KISAH HIDUP PROF. GANEFRI, PH.D, DATUK DJUNJUNGAN NAN BAGADIANG ANAK YATIM DARI PAYAKUMBUH YANG SUKSES MEMIMPIN MAJELIS REKTOR SE-INDONESIA


INDSATU — Kisah hidup Prof. Ganefri, Ph.D, Datuk Djunjungan Nan Bagadiang, menjadi catatan penting perjalanan anak bangsa dari daerah menuju panggung nasional. Kisah ini disampaikan dan dituturkan oleh DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, tokoh pendidikan dan adat Minangkabau, yang mengenal dekat perjalanan akademik dan kepemimpinan Prof. Ganefri.


Menurut DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, tidak banyak yang menyangka seorang anak yatim dari kota kecil Payakumbuh, Sumatera Barat, kelak berdiri sejajar dengan para pemimpin pendidikan tinggi nasional. Prof. Ganefri membuktikan bahwa keterbatasan hidup tidak menjadi penghalang untuk mengabdi dan memimpin di tingkat tertinggi dunia akademik Indonesia.

DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP menuturkan, Ganefri kecil tumbuh dalam kondisi kehidupan yang penuh ujian. Kehilangan ayah sejak usia dini membentuk karakter kuat, mandiri, dan tahan banting. “Dari kecil beliau sudah ditempa keadaan. Inilah yang kemudian membentuk mental kepemimpinan Prof. Ganefri yang tenang, konsisten, dan berprinsip,” ujar DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP.

Dalam kesederhanaan hidup di Payakumbuh, Prof. Ganefri dibesarkan dengan nilai-nilai Minangkabau yang kuat. DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP menegaskan bahwa falsafah alam takambang jadi guru benar-benar hidup dalam diri Prof. Ganefri, menjadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga dalam meniti jalan ilmu dan pengabdian.

Sejak muda, pendidikan diyakini Prof. Ganefri sebagai jalan utama perubahan hidup. Hal ini, menurut DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, tercermin dari ketekunan belajar dan disiplin tinggi yang akhirnya mengantarkan Prof. Ganefri meraih gelar doktor (Ph.D) dan menapaki karier akademik hingga dipercaya memimpin perguruan tinggi negeri sebagai rektor.

Di bawah kepemimpinannya sebagai rektor, Prof. Ganefri menjalankan transformasi institusi dengan pendekatan sistematis dan berintegritas. DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP menilai, kepemimpinan Prof. Ganefri tidak dibangun dengan retorika, melainkan kerja nyata melalui penguatan tata kelola, riset, serta peningkatan kualitas lulusan.

Kepercayaan nasional pun mengalir.

 Prof Ganefri terpilih sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia, sebuah posisi strategis yang menuntut kemampuan menyatukan berbagai kepentingan akademik. Menurut DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, Prof. Ganefri tampil sebagai figur pemersatu yang mengedepankan musyawarah dan kepentingan bangsa di atas segalanya.

“Prof. Ganefri adalah contoh pemimpin pendidikan yang berpikir jauh ke depan. Beliau selalu menekankan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi alat keadilan sosial dan pemerataan pembangunan manusia,” kata DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP.
Selain prestasi akademik, Prof. Ganefri tetap berpijak kuat pada akar budaya Minangkabau. Penganugerahan gelar adat Datuk Djunjungan Nan Bagadiang, menurut DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, merupakan pengakuan masyarakat atas keteladanan hidup dan pengabdian Prof. Ganefri. “Gelar adat itu amanah, dan Prof. Ganefri menjalankannya dengan penuh tanggung jawab moral,” ujarnya.
Dalam pandangan DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah tercermin kuat dalam gaya kepemimpinan Prof. Ganefri: tegas dalam prinsip, rendah hati dalam sikap, serta bijak dalam mengambil keputusan.
Kisah Prof. Ganefri, sebagaimana disampaikan DR. Sayuti, M.Pd., Dt. RP, menjadi pesan kuat bagi generasi muda nagari dan Indonesia bahwa anak yatim dari daerah pun dapat menjadi pemimpin nasional, selama ilmu, integritas, dan ketekunan dijadikan pegangan hidup.

Editor:  Yendra
  indsatu.id.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra