INDSATU - Dari yang sebelumnya kerap dicitrakan sebagai figur yang irit bicara, kini Gibran disebut lebih berani tampil dan membangun karakternya sendiri di ruang publik politik.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) menilai perubahan tersebut terlihat jelas dalam cara Gibran merespons berbagai isu politik, termasuk pernyataan dari tokoh senior seperti Jusuf Kalla (JK).
Menurut Hensa, salah satu momen yang mencerminkan transformasi itu adalah ketika Gibran menanggapi klaim JK terkait sejarah perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dalam responsnya, Gibran memilih pendekatan yang lebih tenang dengan memberikan penghormatan kepada JK.
“Pak JK itu idola dan mentor senior saya,” menjadi bentuk pernyataan yang menunjukkan sikap apresiatif terhadap tokoh tersebut.
Hensa menilai respons tersebut bukan tanpa strategi.
Ia menyebut Gibran menggunakan pendekatan komunikasi defensif, yaitu gaya komunikasi yang tidak reaktif secara emosional, tetapi tetap menjaga hubungan dengan tokoh-tokoh politik penting.
“Gibran tidak memilih konfrontasi, tapi justru meredam potensi konflik dengan tetap menjaga relasi politik,” ujar Hensa, Kamis (23/4).
Selain itu, Hensa juga menyoroti meningkatnya intensitas Gibran dalam menyampaikan dukungan dan keberhasilan program-program Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, hal itu bukan sekadar bagian dari tugas birokrasi sebagai wakil presiden.
Lebih jauh, langkah tersebut dipandang sebagai upaya membangun rekam jejak politik sebagai eksekutor yang loyal dan selaras dengan arah pemerintahan.(*)

0 Komentar