INDSATU  — Massa aksi menggelar demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Padang di kawasan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (7/5/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut keadilan atas kematian Karim.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi terdiri dari BEM SI Kerakyatan Sumbar, Mahasiswa Peduli HAM Sumbar, dan Aliansi Masyarakat Peduli Karim. Aksi dimulai dari titik kumpul di kawasan Permindo Pasar Raya Padang sebelum bergerak menuju Kantor Wali Kota Padang

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta terlihat mengenakan kostum pocong saat berada di lokasi. Massa juga membentangkan kain bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Pemko Padang” dan “1 Juta Tanda Tangan Peduli Karim”. Selain itu, peserta juga membawa karton berisi berbagai tulisan tuntutan.

Beberapa tulisan yang terlihat di antaranya “Karim Bukan ODGJ”, “Stop Kekerasan pada Rakyat”, “Pengamen Bukan Kriminal”, “Copot Kasat Pol PP”, dan “Usut Pembunuhan Karim”.

Dalam orasinya, massa meminta penagihan janji kepada Wali Kota Padang, Fadly Amran, serta meminta tanggung jawab pemerintah terkait kasus tersebut. Di lokasi juga terlihat petugas Satpol PP dan aparat kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, aksi tersebut masih berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula ketika Karim diamankan Satpol PP Padang di kawasan Pasar Raya pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.06 WIB saat sedang mengamen sambil mengatur parkiran. Ia kemudian dibawa ke RSJ Dr. HB Saanin Padang karena disebut mengamuk dan diduga sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dua hari berselang, tepatnya pada 25 Maret 2026, keluarga Karim menerima kabar bahwa Karim meninggal dunia di rumah sakit tersebut melalui media sosial.(*)

SC : Sumbar kita.