Pemakzulan terhadap Dodi Hendra, sejatinya sudah "mentah" setelah Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan SK








INDSATU.COM - Berbagai cara serta trik yang dilakukan terhadap Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra dan seakan tidak pernah berhenti. Dan ada dugaan rencana busuk pun dilakukan dalam upaya melakukan pemakzulan terhadap Dodi Hendra yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Solok.

Hal ini terungkap dari informasi masyarakat Kab. Solok dan juga ditayangkan beberapa media, baik cetak mauapun siber


     Namun dengan tenangnya, Dodi Hendra menghadapi segala persoalan yang menderanya. Mulai dari mosi tidak percaya, oleh 27 Anggota DPRD. Berlanjut dengan sejumlah pengaduan kepada aparat penegak hukum dari sejumlah masyarakat yang diduga ada yang "memfasilitasi". Bahkan, baru-baru ini, Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Septrismen Sutan Putiah, melaporkan Dodi Hendra, karena dugaan penggunaan plat mobil palsu.


Pemakzulan terhadap Dodi Hendra, sejati sudah "mentah" setelah Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan SK Nomor 120/548/Pem-Otda/2021 tanggal 7 Desember 2021, yang menyebutkan politisi Partai Gerindra itu secara legal formal, adalah Ketua DPRD Kabupaten Solok yang sah. Namun, hingga kini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir dan Lucki Efendi, belum mau "menyerahkan" sejumlah kewenangan ke Dodi. Terbukti, sejumlah surat dan kewenangan DPRD masih ditandatangani oleh dua wakil Ketua DPRD. Bahkan, kini ada pula stempel bertuliskan "Pimpinan DPRD", bukan lagi bertuliskan "Ketua DPRD". 


Sekaitan hal itu, Dodi Hendra menjelaskan semuanya pada Figurnews.com tentang upaya para rivalnya yang ingin mendepak dia sebagai Ketua DPRD Kab.Solok. 


"Bapak sendirikan tau selama ini, mereka itu tidak mengingini saya menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Solok. Mulai dari mosi tidak percaya yang dilakukan oleh 27 DPRD Kab. Solok. Berlanjut dengan sejumlah pengaduan kepada aparat penegak hukum dari sejumlah masyarakat yang diduga ada yang "memfasilitasi". Dan termasuk baru-baru ini, Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Septrismen Sutan Putiah, melaporkan saya, karena dugaan penggunaan plat mobil palsu."kata Dodi Hendra.


Dalam hal itu, Figurnews.com minta tanggapan terhadap Septrismen Sutan Putiah, melaporkan, karena dugaan penggunaan plat mobil palsu.


"Pertama apreisiasi terhadap pihak-pihak yang mengelola aset, Bapak Septrismen. Tadi mobil telah diperiksa Kanit Regident Polres Arusuka dan tidak ditemukan apa-apa yang dituduhkan itu. Kalau waktu beredarnya berita tersebut, waktu itu saya di Jakarta dan saya diantar oleh ajudan dan mobil dibawa balik dan begitu keterangannya, dan ditarok didepan DPRD,"papar Dodi Hendra.


" Entah sengaja atau tidak sengaja perbuatan tersebut sehingga keluarnya berita. Kabarnya ada orang yang memotonya, saya ngak tau, tapi tentu, kalau ada dan kapan ditilang. Dimana ditilang dan kalau ada kita mana surat tilang. Karena itu pelanggaran lalu lintas,"terang Dodi Hendra pada Figurnews.com.


"Dan ini apresiasi sekali buat pak Septrismen yang telah melaporkan ke Polda, saya juga berharap pada Septrismen juga bisa menterarturkan aset-aset yang ada dikabuapten Solok yang mana THL juga kita dengar memakai mobil/monas (mobil dinas), sedangkan banyak pegawai-pegawai kita belum mempunyai mobil dan ada juga mobil BA 1 yang ada mobil-mobil mewah apa itu aset pemerintah atau gimana perawatannya,bensinnya dan lain-lainnya aturannya apa sudah tepat, juga pertanyakan hal itu. Semoga Pak Septrismen tidak timbang pilihlah karena dibawah beliau asetlah tidak timbang pilihlah dan banyak lagi aset-aset, Kemaren stay diminta juga oleh pemerintah, tai itu sekarang udah jadi sarang hantu saja saya lihat. Tolong ditertibkan semuanya,"terang Dodi Hendra lagi.


Sekaitan hal itu, Figurnews.com mempertanyakan persoalan tentang gejolak di kabupaten Solok.


"Apa yang dilakukan itu bagus dan saya apresiasi, tapi saya ketawa juga orang akan melihat, masyarakat akan menilai, siapa dia siapa ininya siapa dalangnya. Kalau saya beranggapan ini didesain varian baru, tapi meskipun demikian tentu kita sebagai pemimpin akan mengambil langkah-langkah yang serta bijaksana, karena negara ini ada aturan, karena negara ini diatur oleh Undang-undang oleh regulasi yang jelas. Tidak boleh buat didalam rumah, itulah kita sebagai pemimpin-pemimpin,"pungkas Dodi Hendra mengakhirinya.(Red. FN/Indsatu.com )

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra