INDSATU - Di sebuah desa kecil di Lampung Tengah, dua kakak-adik, Ranto dan Satian, menjalani hari-hari penuh perjuangan demi merawat ibu mereka, Marsiah, yang mengalami kebutaan total. Ayah mereka sudah lama pergi tanpa kabar, meninggalkan keluarga kecil ini dalam kesulitan.
Setiap hari, Ranto dan Satian berkeliling kampung menjajakan es buah. “Seharian jualan cuma untung 300 perak per es, dan sering gak laku,” ungkap Ranto dengan suara lelah. Mereka harus berjalan kaki berkilo-kilo meter, menahan lapar dan kelelahan. “Pernah kita mau pingsan di jalan karena jalan kaki jauh sekali,” katanya. Adiknya, Satian, yang matanya juga rabun seperti ibu, sering jatuh dan terluka saat membantu.
Ranto hanya punya satu harapan sederhana: “Aku cuma pengen bawa ibu dan adek berobat, tapi hasil jualan es buah cuma cukup buat beli beras...”
Kisah mereka menggerakkan hati banyak orang, termasuk Kapolres Lampung Tengah yang turun tangan memberikan bantuan sembako, perlengkapan sekolah, dan layanan kesehatan. Selain itu, melalui platform donasi Kitabisa, dukungan dari para donatur juga mengalir untuk membantu keluarga kecil ini.
Bantuan tersebut membuka jalan bagi Ranto dan Satian untuk merasakan kehidupan yang lebih baik dan kesempatan membawa ibu mereka berobat dengan layak.
Perjuangan Ranto dan Satian mengajarkan kita arti cinta, ketulusan, dan semangat tanpa batas dalam menghadapi hidup.(*)

0 Komentar