Penilaian Luhut tentang Purbaya, Menkeu Baru yang Sempat Blunder soal Tuntutan Rakyat 17+8


INDSATU  - Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025), menyita perhatian dan amarah publik.


Purbaya adalah salah satu menteri baru yang diangkat Prabowo dalam perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih.


Prabowo mencopot lima menteri, yakni Menkeu Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Budi Gunawan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.


Selanjutnya, Prabowo melantik Mukhtarudin untuk menggantikan Abdul Kadir Karding.


Posisi Budi Arie Setiadi di Kementerian Koperasi digantikan oleh Ferry Juliantono.


Selain itu, Prabowo juga meresmikan kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin Menteri Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.


Sedangkan Menko Polkam dan Menpora belum diumumkan penggantinya.


Namun, dari sejumlah menteri baru tersebut, Purbaya yang paling menjadi sorotan.


Pasalnya, pernyataan Purbaya soal Tuntutan Rakyat 17+8 dinilai blunder atau suatu kesalahan yang disebabkan oleh kecerobohan.


Purbaya pun telah mengakui bahwa ia memang salah bicara dan akhirnya menyampaikan permohonan maafnya.


Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjelaskan maksud pernyataannya tentang kondisi masyarakat yang kesulitan akibat tekanan ekonomi.


“Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah, bukan sebagian kecil ya," kata Purbaya setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025), dikutip Tribunnews.com.


"Mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan. Jadi kuncinya di situ. Berapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi, sehingga lapangan kerja ada banyak. Itu yang kita kejar nanti ke depan. Jadi itu maksudnya saya kemarin. Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf,” sambungnya.


Sehari sebelumnya atau sesaat setelah dilantik, Purbaya sempat berkomentar soal aksi massa yang menggaungkan Tuntutan Rakyat 17+8.


Lantas apa yang dikatakan Purbaya hingga memicu amarah publik, dan bagaimanakah penilaian Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan terhadap sosok Menkeu baru tersebut?(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra