![]() |
Oleh : Pax Alle Founder Sporty Indonesia, Jurnalis & Motivator Nasional |
INDSATU - Ranah Minang kembali melahirkan dua sosok luar biasa yang kini menjadi kebanggaan bangsa — Indra Sjafri dan Hamdanus.
Keduanya berasal dari tanah yang sama: Pesisir Selatan, Sumatera Barat, namun menempuh jalan yang berbeda dalam mewarnai dunia olahraga Indonesia.
Indra Sjafri, dikenal luas sebagai pelatih dengan tangan dingin yang berulang kali mencetak sejarah di sepak bola nasional.
Hamdanus, sosok muda visioner yang kini dipercaya menakhodai KONI Sumatera Barat periode 2025–2029, hadir membawa semangat baru untuk membangun sistem olahraga daerah yang transparan, profesional, dan berprestasi.
---
Indra Sjafri – Sang Arsitek Talenta Muda
Lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, pada 2 Februari 1963, Indra tumbuh dalam kultur Minang yang kuat dengan nilai disiplin, tanggung jawab, dan pantang menyerah.
Pernah menjadi pemain PSP Padang, ia kemudian meniti karier sebagai pelatih hingga dipercaya menangani Timnas Indonesia U-19, membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013, dan meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.
Kini, Indra kembali dipercaya melatih Timnas U-20 Indonesia, melanjutkan misi besarnya: mencetak generasi emas sepak bola Indonesia.
Ia juga pernah menjabat Direktur Teknik PSSI (2020–2023), di mana ia dikenal tegas dalam menata sistem pembinaan pemain muda.
> “Saya hanya ingin melahirkan pemain-pemain yang berkarakter dan mencintai merah putih,” ujar Indra dalam salah satu wawancara.
---
Hamdanus – Pemimpin Baru dengan Semangat Nagari
Sementara itu, Hamdanus, tokoh olahraga asal Pesisir Selatan, baru saja terpilih sebagai Ketua KONI Sumatera Barat periode 2025–2029 melalui Musprovlub KONI Sumbar.
Ia menang dengan 51 suara dari 84 suara sah, unggul signifikan atas kandidat lainnya.
Dalam pidato usai terpilih, Hamdanus menegaskan visinya untuk mengembalikan marwah olahraga Sumbar agar masuk kembali ke 10 besar nasional, dengan fokus pada pembinaan atlet muda, peningkatan fasilitas, dan sinergi antara KONI provinsi, kabupaten/kota, serta perguruan tinggi.
> “Olahraga Sumatera Barat harus berlari, bukan berjalan. Kita punya potensi, tinggal kemauan dan kolaborasi,” ungkapnya.
Sosok Hamdanus dikenal rendah hati dan terbuka terhadap kritik. Ia menolak gaya kepemimpinan eksklusif, dan justru menekankan kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, swasta, dan masyarakat olahraga.
Dua Jalan, Satu Semangat
Indra dan Hamdanus mungkin berbeda bidang, namun keduanya sama-sama mengusung semangat anak nagari yang berjuang membawa nama daerah dan bangsa.
Indra bekerja di lapangan hijau, Hamdanus di jalur kebijakan dan pembinaan.
Jika keduanya mampu bersinergi, bukan mustahil Sumatera Barat akan menjadi pusat prestasi olahraga di Indonesia bagian barat.
Dari Pesisir Selatan, mereka membawa pesan yang sama:
> “Bakat tidak cukup tanpa karakter. Dan karakter tak berarti tanpa kerja keras.”
Catatan Penutup Pax Alle
Sebagai Founder Sporty Indonesia, saya melihat momentum ini bukan kebetulan.
Kita punya pelatih berkelas dunia dari Minangkabau, dan pemimpin olahraga daerah yang progresif.
Yang dibutuhkan hanyalah integrasi program nasional dan daerah, serta dukungan nyata dari semua pihak — pemerintah, sponsor, media, dan masyarakat.
Jika semangat “satu tanah, dua tekad” ini dijaga, saya percaya —
dari Pesisir Selatan, akan lahir bukan hanya prestasi, tapi juga peradaban baru olahraga Indonesia.(*)
🖋️ Pax Alle (William Nursal Devarco)
Founder Sporty Indonesia
Pemimpin Redaksi Redaksi Daerah & RDTV
Motivator – Sutradara – Penulis

0 Komentar