Ia ingin memastikan tidak ada sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan dukungan sarana olahraga agar pemanfaatan matras ini bisa dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.
Tak hanya sekadar memberikan bantuan sarana, Fautiaz juga telah merancang keberlanjutan program ini melalui penyelenggaraan event atau pertandingan secara berkala.
Ia berencana menyuarakan aspirasi ini kepada Wali Kota Padang agar kegiatan olahraga seperti "Fadly Amran Cup" atau turnamen tingkat kota lainnya dapat terlaksana.
Dengan adanya kompetisi, motivasi anak-anak untuk berlatih akan semakin tinggi dan bakat-bakat muda akan terus bermunculan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
Ia menilai kondisi sarana prasarana di banyak sekolah saat ini masih membutuhkan perhatian, sehingga bantuan matras sangat membantu menghidupkan kembali gairah bersilat di sekolah-sekolah.
Selain untuk olahraga, Fauzi menyebut matras ini bisa digunakan secara serbaguna, termasuk sebagai alas untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah.
Fauzi Bahar juga menekankan pentingnya mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gadget.
Menurutnya, pendidikan anak harus seimbang antara asah otak (ilmu pengetahuan), asah dada (agama dan mental), serta asah fisik melalui olahraga.
Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyatakan kesiapannya untuk menurunkan pelatih-pelatih silat berpengalaman ke sekolah-sekolah guna memastikan pembinaan berjalan dengan standar yang baik.
Harapan besar digantungkan pada bantuan ini agar dapat bertahan dan digunakan dalam jangka panjang, bahkan hingga 5 atau 10 tahun ke depan.
Selain untuk silat, matras ini diharapkan dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti senam dan seni tari.
Dengan fasilitas yang mumpuni, diharapkan lahir generasi muda dari Koto Tangah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap budaya Minangkabau. (*)
0 Komentar