Mahyeldi Ansharullah: Dari Anak Tukang Becak Menjadi Gubernur Sumatera Barat


INDSATU -  Mahyeldi Ansharullah lahir di Bukittinggi pada 25 Desember 1966. Ia bukan berasal dari keluarga berada — sang ayah bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga yang sederhana. Sejak kecil Mahyeldi sudah ditempa oleh kehidupan yang keras namun penuh nilai kejujuran, kesabaran, dan kerja keras.


Semangat itulah yang membawanya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas, hingga akhirnya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan dakwah. Dari situlah muncul sosok muda yang memiliki visi besar untuk membangun masyarakat berlandaskan iman dan ilmu.


Karier politik Mahyeldi dimulai di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia dikenal sebagai politisi santun dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai moral dalam pemerintahan. Mahyeldi pertama kali memimpin Kota Padang sebagai Wali Kota Padang (2014–2019), dan berhasil menorehkan banyak prestasi, terutama dalam bidang pendidikan, tata ruang, dan pengelolaan bencana.


Kepemimpinannya yang sederhana namun tegas membuat masyarakat mempercayakannya untuk memimpin Sumatera Barat. Pada tahun 2021, Mahyeldi resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Barat. Sejak saat itu, ia fokus pada program-program pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi nagari, dan peningkatan ketahanan pangan daerah.


Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Barat mencatat sejumlah capaian penting:


-Tingkat kepuasan publik mencapai 82,4% berdasarkan survei nasional.

-Indeks Ketahanan Pangan Sumbar menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

-Angka kemiskinan dan pengangguran menurun, terutama di wilayah pedesaan.


Peningkatan kinerja birokrasi dan pengelolaan anggaran daerah, yang berujung pada berbagai penghargaan nasional dari pemerintah pusat.


Mahyeldi juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak segan turun langsung ke lapangan — menemui petani, nelayan, guru, hingga masyarakat kecil. Ia lebih sering terlihat mengenakan baju putih sederhana ketimbang jas resmi, dan gaya komunikasinya tetap rendah hati, bahkan ketika berbicara di forum nasional.


Dengan semangat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, Mahyeldi berupaya membawa Sumatera Barat menjadi daerah yang berkarakter, beriman, dan berdaya saing tinggi.

Bagi banyak orang, kisah hidupnya adalah bukti nyata bahwa asal hidup dengan tekad, disiplin, dan keikhlasan, maka latar belakang bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin besar.(Nasrul koto)


Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra