Situasi ini kemudian memperparah kondisi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam yang kini terendam total.
Petugas memantau lokasi sejak pukul 08.00 WIB dan melihat air menggenangi area pemakaman dengan ketinggian 50 hingga 100 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat banyak makam tak terlihat.
Selain itu, warga melaporkan beberapa peti jenazah hanyut akibat derasnya arus luapan Sungai Batang Kuranji.
Warga setempat juga mengamati peningkatan tinggi air.
Farid (37) menyatakan bahwa hujan deras sejak malam menjadi penyebab awal.
“Iya, kuburan dipenuhi air. Kemungkinan naik air dari dini hari tadi,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa aliran kuat dari hulu sungai mempercepat luapan yang merendam TPU Tunggul Hitam.
Sementara itu, warga di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, merasa semakin cemas.
Marni (64) menyebut bahwa luapan air mulai mendekati rumah penduduk.
“Kami saat ini sedang was-was karena bisa jadi luapan air Batang Kuranji ini terdampak ke rumah, dan barang-barang sudah dinaikkan. Sekarang saja air hampir masuk ke rumah,” kata Marni.
Selanjutnya, banjir juga mengganggu mobilitas masyarakat.
Jalur utama dari Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggul Hitam dan Siteba terendam air setinggi 30 hingga 50 sentimeter.
Kondisi ini menyebabkan lalu lintas tersendat karena hanya kendaraan besar yang mampu melintas.
Kemudian, petugas mengalihkan kendaraan menuju jalur alternatif di tepian sungai TPU Tunggul Hitam.
Petugas mengalihkan arus kendaraan untuk menjaga kelancaran perjalanan menuju Simpang Tunggul Hitam, Dadok Tunggul Hitam, dan Siteba.
Meski begitu, akses tetap melambat karena pengendara mengurangi kecepatan demi keselamatan.
Selain itu, BPBD Kota Padang terus memantau perkembangan debit air di sepanjang aliran Batang Kuranji.
Petugas bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, terutama jika hujan masih turun pada malam hari.
Hingga siang hari, genangan masih bertahan di sejumlah titik.
Berikutnya, petugas akan mengevakuasi barang warga yang terancam rendaman bila elevasi air kembali meningkat.
Upaya ini menjadi langkah cepat untuk mengurangi risiko kerusakan.
Banjir ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Batang Kuranji membutuhkan penguatan mitigasi bencana. (***)
Sumber : Klik Sumbar.

0 Komentar