Pemimpin kelompok suku Anak Dalam atau orang rimba, Tumenggung Joni Bantah Culik Bilqis


INDSATU -  Pemimpin kelompok suku Anak Dalam atau orang rimba, Tumenggung Joni, menceritakan kronologi awal mereka ditipv oleh sindik4t p3ncul*k balita asal Makassar, Bilqis.


Para pelaku mendatangi kelompoknya dengan alasan Bilqis, yang berusia 4 tahun, adalah anak terlantar karena keluarganya mengalami kesulitan ekonomi.Tumenggung Joni menegaskan komunitas orang rimba di Desa Mentawak, Merangin, tidak berniat m3ncul*k, melainkan berniat menolong Bilqis yang dianggap anak terlant4r.Pada 4 November, pasangan Begendang dan Nerikai dari kelompok Tumenggung Sikar didatangi seorang perempuan bernama Merry Ana, yang meminta agar mereka merawat Bilqis. Pelaku juga membawa surat pernyataan, tetapi warga kelompok tersebut tidak bisa membaca sehingga percaya saja.Begendang dan istrinya merasa iba dan setuju untuk merawat Bilqis seperti anak mereka sendiri.


Mereka bahkan mengeluarkan biaya hingga Rp 85 juta untuk perawatan anak itu, sebagaimana diminta oleh Merry Ana. Bilqis tinggal bersama mereka di gubuk sederhana di hutan.

Informasi bahwa Bilqis adalah korban p3ncul*k4n pertama kali disampaikan oleh polisi dan Dinas Sosial Merangin pada 7 November. Tumenggung Joni menjadi mediator antara aparat dan komunitas orang rimba. Kini, Bilqis telah dikembalikan kepada keluarganya dan pelaku p3ncul*kan telah ditangkap.


Meluruskan isu, kasian SAD Jambi dijadikan bahan Bully di Medsos dan disebut2 dalang p3ngad0psi anak yang dic*lik.Luruskan Isu, Temenggung Jhon dari SAD Jambi Bantah Mobil Pajero Dibarter dengan Bilqis. Temenggung Jhon, tokoh Suku Anak Dalam Merangin Jambi yang menjadi mediator kepolisian saat penjemputan di permukiman Suku Anak Dalam di Merangin Jambi, membantah kabar yang menyebutkan bahwa mobil Mitsubishi Pajer00 milik Mery Ana dijadikan b4rter dengan Bilqis Ramadhany (4).


Persoalan tebus-menebus anak korb4n p3nc*likan asal Makassar tersebut cukup rumit.


Awal mulanya, Bilqis Ramadhany diculik Sri Yuliana di Makassar, Sulawesi Selatan. Bilqis diju4l melalui media sosial Facebook. Nadia Hutri, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, membeli Bilqis seharga Rp 3 juta. Dia datang ke Makassar menjemput anak tersebut.


Berita ini mengungkap sisi kemanusiaan komunitas adat yang awalnya berniat membantu tanpa mengetahui plot p*ncul1k4n yang terjadi.(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra