INDSATU - Kapal Datuk Maringgih, dulu sangat dibanggakan. Berada di Batang Arau, viewnya mempesona, berlatar belakang lautan dan ombak tiga dimensi, menjadi tempat selfie bagi pengunjung. Kapal Datuk Maringgih, bagian dari item pekerjaan Peningkatan Kawasan Kumuh Batang Arau senilai Rp25 M, dana pusat melalui Balai Pelaksana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar
Sejak diserahkan BPPW kepada Pemko Padang, kondisinya sangat memprihatinkan. Hancur lebur, bak dihantam gelombang tinggal puing puing, menghiasi kawasan Batang Arau. Namun, tak kunjung diperbaiki, walau sudah disorot berbagai kalangan. Tinggal kenangan, di kaki Gunung Padang dan Muara Padang
Terbakar
Sore itu, Senin (2/11) setelah umat Islam sholat Magrib suasana duka menyelimuti Batang Arau. Gelapnya malam, terlihat terang. Kobaran api berwarna merah, memancarkan cahaya menyala. Suara azan berganti teriakan, warga berbondong bondong mematikan api yang mulai membesar
Terbakarnya Kapal Datuk Maringgi yang berada di Jalan Batang Arau, RT004/003, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, sekarang masih menjadi tanda tanya. Sebab, sebelum terbakar, hanya tinggal puing puing. Sekarang, berganti sisa sisa kebakaran. Masih bergayut pertanyaan, ditengah kepastian.
Belum diperbaiki, kok sudah terbakar. Kenapa sampai terjadi. Entahlah. Informasi didapat, kebakaran terjadi pada pukul 18. 52 WIB dan 80 personel Damkar dikerahkan ke lokasi sampai pukul 19.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pukul 19.14. WIB. Tak ada korban jiwa.
Kerugian Kisaran Rp75 Juta
Dilaporkan juga, kerugian yang dialami dengan terbakarnya Kapal Datuk Maringgih itu, sekitar Rp100 juta. Menurut rekanan yang mengerjakan peningkatan Kawasan Kumuh Batang Arau itu, kapal dibeli seharga Rp15 juta. Untuk mengangkat ke darat dan dilakukan perbaikan, memperindah kapal itu dengan berbagai aksesoris menghabiskan anggaran Rp60 juta. Diperkirakan total kerugian Rp75 juta.(*)
Penulis : Novri Investigasi.

0 Komentar