Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Mengaku Diteror Usai Kritik Pemerintaha, Anies Baswedan Sarankan Lapor Polisi

INDSATU -  Ketua Senat Mahasiswa UGM periode 1992-1993, Anies Baswedan, angkat suara terkait teror yang menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.


Tiyo menerima teror melalui nomor asing pasca BEM UGM melayangkan surat ke UNICEF pada Jumat, 6 Februari 2026.


Selain pesan melalui WhatsApp, Tiyo juga dikuntit dan difoto dari jarak jauh oleh dua orang tidak dikenal. Teror ini kemudian menyasar keluarga Tiyo dan puluhan anggota BEM UGM lainnya.


Anies mendorong agar Tiyo melaporkan teror tersebut ke pihak berwajib agar pelaku dapat diidentifikasi.


"Yang penting laporkan, dan negara wajib mencari tahu siapa yang melakukan teror," ujar Anies usai Diskusi Intelektual Muslim di Masjid Ulil Albab UII, Jumat (20/2/2026).


Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat harus dilindungi, dan negara berkewajiban melakukan investigasi terhadap ancaman atau teror agar memberikan rasa aman, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi seluruh masyarakat yang menyampaikan pendapat.


Jogja Police Watch (JPW) menilai teror terhadap Tiyo dan pengurus BEM UGM lainnya merupakan ancaman serius bagi demokrasi.


JPW menyoroti sikap pasif Polda DIY terhadap kasus ini.


“Hingga kini pihak kepolisian terkesan memilih diam terhadap teror yang dialami Ketua BEM UGM tersebut,” kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, Kamis (19/2/2026).


JPW menduga teror ini terkait dengan kritik yang disampaikan Tiyo terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program MBG dan surat ke UNICEF mengenai tragedi siswa SD di NTT yang meninggal karena ketidakmampuan orang tua membeli alat tulis.


“Teror yang dialami Ketua BEM UGM mengingatkan kita pada masa Orde Baru, apalagi dengan ancaman 'Culik Mau?'. Ini ancaman serius yang harus diusut pihak kepolisian,” tegas Bahar.


JPW juga menekankan bahwa suara kritis aktivis seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah.


Mereka berharap para aktivis, termasuk yang masih menjadi tahanan politik, tetap berani menyuarakan pendapat dan tidak takut terhadap upaya pembungkaman atau teror.


Foto :  Warta Kota

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra