Presiden Prabowo Akui Indonesia Masih Banyak Kekurangan Gara-gara Kinerja Pejabat yang Mengecewakan


INDSATU - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan masih adanya kinerja pejabat negara atau pemerintahan yang masih kurang.


Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat  meresmikan 218 jembatan di sejumlah wilayah di Indonesia secara daring, pada Senin, (9/3/2026).


Awalnya Presiden mamaparkan mengenai kondisi bangsa Indonesia yang masih banyak kekurangan.


Menurut Kepala Negara, kekurangan tersebut merupakan andil dari para pejabatnya.


"Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas," kata Prabowo.


Meskipun demikian Presiden tidak menampik bahwa ada beberapa pejabat yang bekerja dengan sangat baik dan memiliki kemampuan yang luar biasa. Namun tidak bisa dipungkiri di tengah para pejabat yang berkinerja bagus itu, ada sebagian yang kinerjanya mengecewakan.


"Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara," kata Prabowo.


Presiden mengaku harus jujur mengungkapkan hal tersebut. Sebagai seorang pemimpin, ia tidak bisa hanya berbicara yang baik-baik saja.


Hanya saja Presiden tidak menjelaskan lebih jauh siapa atau di sektor mana kinerja pejabat yang mengecewakan itu.


"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis," katanya.


Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. 

Ia telah membaca data sejumlah potensi kekayaan Indonesia yang dapat digunakan untuk memajukan bangsa dan negara apabila dikelola dengan baik.

  Salah satu kunci dari pengelolaan kekayaan tersebut yakni dengan tidak melakukan korupsi.


"Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat," kata Prabowo.


Ketua Umum Gerindra tersebut mengatakan bahwa selama ini salah satu kebocoran kekayaan yang dimiliki Indonesia adalah karena di korupsi. 

Perilaku para koruptor serta pengusaha nakal telah menyebabkan banyak kekayaan negara yang hilang.


"Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara.

 Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun," pungkasnya.(*)


Sumbar : Tribunnews.com.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra