![]() |
| Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (MenkoPolkam RI),dan Latar Rumah Gadang Dan Alam Minang Kabau (Dok : indsatu.id.) |
“Orang Minang? (sambil menunjuk-nunjuk kepada siswa yang tampaknya sedang melakukan Dik Sespimti Polri), satu-dua ada lagi? Ya, coba berdiri-berdiri, ya. Oke, terima kasih.
Mengapa saya secara khusus mengatakan berdiri orang Minang, karena berhadapan langsung dengan saya.
Ceritanya begini, begitu saya jadi MenkoPolkam, datanglah yang namanya ketua adat dari Sumatera Barat, datang ke kantor saya,” ungkap Djamari Chaniago dalam video itu, yang mana dibawah videonya ada tulisan YouTube/Sespim Lemdiklat Polri Yang Viral saat ini.
“Menawarkan kepada saya (ketua adat tadi), untuk dijadikan datuk. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tahu-tahu datang seperti itu. Sebelum-sebelumnya mereka tak kenal saya, celakanya itu.
Begitu jadi MenkoPolkam, oh saya jadi orang Minang, baru sekarang toh saya bilang.
Saya orang Minang dari dulu, saya pasang nama Chaniago, sejak taruna saya pasang.
Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya,” imbuhnya.
“Saya sindir seperti itu, agak sedikit, ya merahlah.
Tapi yang lebih merah lagi mukanya adalah pada saat saya ditawari dilantik menjadi datuk di Minang.
Disitulah saya tersentak. Loch, betapa berharganya seorang datuk itu saya bilang.
Oh ya pak, datuk ini begini-begini, macam-macam (menirukan penjelasan ketua adat tadi).
Sampai saya tanyakan, apa untungnya buat saya dan apa untungnya untuk orang Minang, kalau saya jadi datuk.
Ngak bisa jawab dia (ketua adat tadi),” bebernya.
“Kemudian saya katakan, anda tahu tidak, bahwa anda pernah salah, pernah salah besar dalam memilih seorang datuk.
Yang katanya itu adalah kebanggaan suku, kebanggan adat di Minangkabau.
Kenapa salah, kan lantik seorang jenderal datuk dan dia adalah biang keroknya narkoba.
Jadi kamu akan persamakan saya dengan narkoba itu, diam dia (maksudnya ketua adat tadi lagi). Justru saya tanya sama anda, gimana ceritanya anda bisa melantik seseorang, tanpa anda tahu latar belakangnya, dia dilantik menjadi datuk, datuk adalah jabatan kehormatan adat di Minangkabau.
Bukankah anda sendiri (kepada ketua ada tadi lagi pertanyaannya) yang menghancurkan itu,” pungkas Djamari Chaniago, dalam video itu.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Prof. DR. Fauzi Bahar, selaku Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, terkait pernyataan Djamari Chaniago tersebut.
Dan, iapun tidak memberikan statemen langsung, namun hanya memberikan sebuah kiasan yang sangat menohok.
“Orang Minang selalu mahandokkan kuku (Indonesia: menyembunyikan kuku/ atau maksudnya lebih suka menyembunyikan kehebatannya).
Orang sombong tidak ada dalam ajaran orang Minang,” ungkap Fauzi Bahar, kepada awak media, Selasa (10/3/2026) malam, melalui pesan WhatsAppnya.
“Iblis dikeluarkan dari syorga, karena sombongnya.
Sombong itu pakaian Allah. Tidak masuk syorga orang sombong,” tukuknya, sambil tidak setuju, dengan sikap Djamari Chaniago yang mengumbar pembicaraan itu ditengah publik. (Red/indsatu/persadapost )

0 Komentar