PDIP Benarkan Jusuf Kalla Berjasa dalam Karier Politik Jokowi: Kalau Relawan Malu Mengakui Tak Apa-apa


INDSATU - Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) soal berjasa dalam karier politik eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), memang benar adanya.


Sebelumnya, JK mengklaim bahwa tanpa jasa darinya, Jokowi tidak mungkin diusung oleh PDIP menjadi calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta calon presiden (capres) saat Pilpres 2014.


Bahkan dalam mengusung Jokowi dalam Pilgub dan Pilpres, JK juga membandingkan perannya dengan peran Termul atau Ternak Mulyono yang biasanya ditujukan bagi para pendukung Jokowi.


JK sendiri diketahui pernah menjadi Wakil Presiden (Wapres) yang mendampingi Jokowi pada periode pertama, yakni 2014-2019.


Sementara itu, Relawan Pro Jokowi atau Projo menepis klaim JK tersebut dan mengatakan bahwa Jokowi terpilih menjadi presiden karena kehendak rakyat dan kerja kolektif, bukan karena andil JK atau individu tertentu.


Ferdinand pun menjelaskan bahwa dirinya sudah mengonfirmasi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, terkait sejarah majunya Jokowi di kancah politik, mulai dari pencalonan Wali Kota di Solo hingga menjadi Presiden dua periode.


"Bahwa yang disampaikan oleh Pak JK itu memang betul adanya. Kalau pun teman-teman relawan mungkin malu mengakui jasanya Pak JK ya enggak apa-apa, hak mereka," ungkap Ferdinand, Kamis (23/4/2026), dikutip dari YouTube CNN Indonesia.


"Tetapi sejarah telah menuliskan bagaimana Pak JK pada pertama kali itu menawarkan nama Pak Jokowi ke Ibu Mega sebagai calon gubernur. Demikian juga pada saat pencapresan 2014, last minute menit-menit terakhir Bu Mega itu belum menentukan siapa capres pada saat itu," tambahnya.


Ferdinand mengatakan bahwa JK adalah sosok yang selalu mengajukan nama Jokowi kepada Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri agar diusung dalam Pilpres.


"Akhirnya Ibu setuju dengan syarat. Syaratnya apa? Pada saat itu Bu Mega mengutus Hasto Kristiyanto, Sekjen kami bersama dengan Bapak Andi Wijayanto menemui Pak JK, Ibu setuju yang penting Pak JK mendampingi Jokowi karena JK senior untuk membimbing Jokowi ke depan."


"Itulah kenapa terjadi akhirnya pada last minute itu, kalau teman-teman ingat, relawan ini ingat, 2014 hanya satu hari batas pendaftaran itu Jokowi dipilih PDIP sebagai calon presiden pada saat itu. 


Oleh karena itu, Ferdinand menegaskan bahwa klaim JK berjasa dalam karier politik Jokowi itu memang benar.


"Pak JK adalah sosok yang sangat menentukan pada saat itu. Mengapa sangat menentukan? Ini juga pelajaran dalam politik. Demokrasi kita memang betul adalah one man, one vote, rakyat memilih langsung. Tetapi jangan lupa bahwa rakyat itu hanya memilih siapa yang telah dipilih."


"Partai politik kalau tidak memilih Jokowi pada waktu itu, maka rakyat mau segudang banyaknya tidak akan bisa memilih kalau partai politik tidak memilih," ujar Ferdinand.


Jadi, menurut Ferdinand, para relawan Jokowi itu tidak usah melakukan pembelaan bahwa terpilihnya Jokowi tersebut atas kehendak rakyat.


"Rakyat itu hanya memilih apa yang telah dipilih lebih dulu oleh partai. Kalau partai tidak memilih, maka rakyat tidak akan bisa memilih dia," tegasnya.


Pernyataan JK


Dalam konferensi pers terkait klarifikasi potongan video ceramahnya saat menjadi pembicara di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), JK menyampaikan bahwa peran besarnya terhadap kerier politik Jokowi. 


JK menceritakan bahwa saat kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012, awalnya Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub.


Kemudian JK mengklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebagai sosok 'orang baik'. 


"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK.


Kala itu, JK menyebut, Jokowi berterima kasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012. 


Lewat pernyataannya itulah, JK mengklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.


"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya, kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang. 


Bahkan, saat itu JK juga menyebut Megawati sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014, jika bukan dirinya yang menjadi cawapres. 


"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman, jangan, nanti rusak negeri ini."


"Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," ucap JK. 


Alasan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengan JK karena JK dianggap cukup berpengalaman. Sehingga, Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi. 


Namun, kala itu JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya dia mau untuk menuruti permintaan Megawati.


"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan."


"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau (Jokowi) tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," tegas JK.


(Tribunnews/Rifqah)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra