Momentum HJK Kota Padang 357, Ketua DPRD Padang Muharlion Berharap Menghasilkan Karya Berprestasi Untuk Kota Padang Lebih Baik



INDSATU  – Ketua DPRD Kota Padang Muharlin memimpin Rapat Pariputna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke 357 Tahun yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Lt. II Gedung DPRD Kota Padang, Jumat, 7 Agustus 2026.

 Rapat paripurna pagi Jumat ini dihadiri anggota DPRD Kota Padang dan Sekretaris DPRD Kota Padang, Hendrizal Azhar.

Dikatakan Muharlion, Papat Paripurna DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Padang yang ke-357, merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

“Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, mari jadikan momentum hari jadi ini sebagai sebuah insprirasi dan motivasi, untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan daerah ini dengan karya dan prestasi serta kreatifitas yang tinggi demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan Kota Padang yang lebih baik,” ajaknya

Hadir juga Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Pemprov Sumbar Adib Alfikri. Sementara itu dipihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan unsur Forkopimda.

Disamping itu, juga terlihat Sekretaris Kota Padang Raju Minrofa Chaniago didampingi para asisten, Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit Daerah, Direktur Perumda, para Camat, para lurah, penerima penghargaan, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, dan undangan lainnya.

Muharlion menceritakan, hari jadi Kota Padang sejak 357 tahun yang lalu, diperingati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan bahwa merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini.

Peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng Belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah.

Penyerbuan pertama dilakukan tanggal 7 Agustus tahun 1669 dimana pasukan berbangso taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji Belanda, penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah Belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada tahun 1680.

“Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai Hari Jadi Kota padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini,” urainya.(*)




Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra