INDSATU - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial BM nekat menganiaya tetangganya sendiri, Y, hingga tewas di kawasan Pasa Mudiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, pada Minggu sore. Aksi nekat ini diduga kuat dipicu oleh rasa sakit hati mendalam karena pelaku kerap menjadi bahan gunjingan korban.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Lubuk Alung untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam penanganan tim medis.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Kusnadi, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, pelaku BM menganiaya korban dengan cara mencekik dan memiting leher korban menggunakan tangan kosong.”Tersangka melakukan penganiayaan dikarenakan sakit hati karena korban sering menggunjingkannya bersama tetangga lainnya. Akibat rasa sakit hati tersebut, tersangka secara refleks mencekik dan memiting korban hingga kehabisan napas,” ujar Iptu Kusnadi.
Keterangan senada juga disampaikan oleh Wali Nagari Lubuk Alung, Landi Efendi. Ia menyebutkan bahwa pelaku tersulut emosi karena gunjingan korban dinilai sudah berlebihan kepada tetangga sekitar, sehingga membuat tersangka hilang kendali.
Saat ini, jenazah korban masih berada di Puskesmas Lubuk Alung untuk menjalani proses visum. Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Lubuk Alung telah mengamankan tersangka BM di Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif kasus lebih lanjut.
Dalam peristiwa tersebut, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial BM (49), yang diduga terlibat dalam p3nganiayaan terhadap korban.
Kapolsek Lubuk Alung IPTU Kusnadi mengatakan, berdasarkan laporan sementara, kejadian bermula ketika korban sedang duduk di bangku rumah Usman, seorang penjual sate di kawasan tersebut.
Tak lama kemudian, korban didatangi oleh BM. Keduanya terlibat pertengkaran mulut yang kemudian berlanjut dengan kontak fisik.
Dalam kejadian itu, korban diduga dic3kik pada bagian leher hingga tubuhnya tersandar di sudut bangku kayu.
Setelah c3kikan dilepaskan, korban jatuh ke tanah. Korban kemudian sempat bangkit dalam posisi duduk, namun mengeluarkan busa dari mulut sebelum kembali terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian membawa korban ke Puskesmas Lubuk Alung untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, setelah diperiksa tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Polisi menyebut dugaan sementara peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan token listrik. Meski demikian, penyebab pasti cekcok yang berujung pada penganiayaan tersebut masih didalami oleh Polsek Lubuk Alung.
Saat ini, perempuan yang diduga sebagai pelaku telah diamankan di Polsek Lubuk Alung untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, mencatat keterangan saksi, mengumpulkan barang bukti, serta meminta pemeriksaan visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengetahui secara pasti rangkaian kejadian dan penyebab kematian korban.(*)

0 Komentar