INDSATU — Sorotan Alle De Varco terhadap film Urang Bunian, Misteri dari Sumatera ternyata berkembang menjadi cerita tersendiri. Sehari menjelang pemutaran serentak film tersebut di bioskop pada Kamis, 17 September 2026, Alle mengaku mendapat kabar bahwa pernyataan dan sorotannya terhadap film tersebut telah sampai kepada pihak yang berkaitan dengan produksinya.
“Rupanya sorotan dan pernyataan saya sudah sampai ke pihak terkait film Urang Bunian, Misteri dari Sumatera,” aku Alle kepada awak media, Rabu malam.
Namun, pengakuan berikutnya justru disampaikan Alle dengan nada penuh misteri.
“Saya juga merasakan kontak batin langsung dengan Urang Bunian. Mungkin besok saya akan dijemput,” katanya.
Pernyataan tersebut sontak memberikan warna berbeda terhadap perbincangan mengenai film yang mengangkat folklore masyarakat Sumatera Barat tersebut.
Apakah benar Alle akan “dijemput” Urang Bunian?
Tentu saja, pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai guyonan, ekspresi artistik, sekaligus cara Alle menggambarkan kuatnya atmosfer dan imajinasi yang muncul setelah dirinya menyoroti film tersebut.
Namun Alle belum berhenti sampai di situ.
Ia justru mengungkap sebuah “pertemuan” yang menurutnya bakal terjadi pada hari pemutaran perdana.
“Namun, besok akan terjadi pertemuan yang tak direncanakan antara Inyiak Balang dan Inyiak Sikumbang, serta Parewa Urang Bunian dengan Urang Cindaku,” ujarnya.
Kalimat tersebut tentu mengundang rasa penasaran. Apalagi nama-nama seperti Inyiak Balang, Inyiak Sikumbang, Parewa Urang Bunian dan Urang Cindaku memiliki resonansi kuat dengan dunia folklore, karakter dan imajinasi yang berkembang dalam kebudayaan Minangkabau.
Pertemuan Dunia Film dan Dunia Folklore
Bagi Alle, kemunculan film Urang Bunian bukan sekadar momentum hiburan. Film tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara sinematografi modern dengan kekayaan cerita rakyat Sumatera Barat.
Karena itu, “pertemuan” yang disebutnya bukan harus dimaknai secara harfiah sebagai peristiwa gaib, melainkan dapat menjadi simbol pertemuan berbagai karakter, cerita, seniman, sineas dan penonton yang selama ini hidup dalam dunia imajinasi masing-masing.
Tetapi gaya bicara Alle yang penuh teka-teki membuat pernyataannya terdengar jauh lebih dramatis.
“Diyakini Ranah Minang besok akan gempar!” kata Alle.
Apakah benar akan terjadi sesuatu yang menggemparkan?
Ataukah “kegemparan” itu justru datang dari antusiasme masyarakat menyambut film yang membawa nama Urang Bunian dan mitologi Sumatera Barat ke layar bioskop nasional?
Jawabannya baru akan terlihat ketika film tersebut mulai diputar.
Yang jelas, sehari sebelum penayangan serentak, Alle De Varco telah ikut membuat suasana Urang Bunian, Misteri dari Sumatera semakin penuh tanda tanya.
Dan jika benar besok Alle “dijemput” Urang Bunian, publik tentu tinggal menunggu satu hal:
Siapa sebenarnya yang akan datang menjemput—Urang Bunian, atau justru para penonton yang berbondong-bondong datang ke bioskop?(*)

0 Komentar