Pria ini Pilih Serahkan Ibunya Yang Sakit Stroke Ke Griya Lansia Karena Sibuk, Tak Keberatan Meski Di Larang Jengguk


INDSATU - Peristiwa memilukan terjadi di Ngawi, Jawa Timur, ketika seorang pria bernama Naryo (52) tega menyerahkan ibu kandungnya, Dwi Indriyani (66), yang sakit stroke ke Griya Lansia Malang. Momen serah terima yang berlangsung pada Selasa (15/9) ini ramai diperbincangkan publik setelah surat pernyataan terbuka yang ditandatangani sang anak beredar dan memicu kemarahan netizen.


Dalam surat pernyataan yang dibuat tanpa paksaan itu, Naryo secara tegas menyetujui poin yang sangat menyayat hati. Ia menyatakan bahwa jika sang ibu meninggal dunia nantinya, proses pemakaman diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengelola tanpa perlu mengabari dirinya. Ia juga secara sadar menyetujui agar surat pernyataan tersebut dipublikasikan secara terbuka di media sosial.


“Apabila ibu kandung saya meninggal dunia, proses pemakamannya saya serahkan ke Griya Lansia Malang, dan tidak perlu mengabari saya. Silahkan saja langsung dimakamkan,” kata Naryo membacakan salah satu poin dalam surat tersebut. 


Sebelum proses serah terima disahkan, Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, sebenarnya telah berulang kali mengingatkan Naryo. Pihak pengelola secara sengaja menetapkan syarat berat, yakni melarang total sang anak untuk bertemu atau menjenguk ibunya lagi seumur hidup, dengan harapan Naryo atau siapa pun dapat berpikir ulang dan menimbang kembali keputusan besar tersebut. Niat baik itu dibuat agar sang anak tersadar, namun Naryo tetap bergeming pada keputusannya dengan alasan kesibukan.


Suasana kian mengharukan karena proses penandatanganan tersebut dilakukan tepat di depan sang ibu yang sedang terbaring lemas akibat stroke. Meski sang ibu sempat merintih dan memanggil namanya, Naryo memilih untuk terus mengabaikannya. Atas dasar kemanusiaan, pihak yayasan akhirnya menerima perawatan sang ibu dengan konsekuensi menutup akses komunikasi total bagi sang anak.


“Si anak tetap ingin menyerahkan ibundanya, atas nama kesibukan. Dan [dia] bersedia tidak ketemu ibundanya lagi,” kata Arief.(*)


📷: Instagram/@ariefcamra

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra