Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir Joshua, Meninggal Dunia ,Karena Sakit


INDSATU - Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) di usia 52 tahun.

Kabar duka ini diungkap oleh rekan Kamaruddin yang juga sempat menjadi pengacara keluarga Brigadir Yosua, Martin Lukas Simanjuntak.

"Benar beliau pulang ke rumah Bapa di surga subuh tadi pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Pelni. Sudah hampir beberapa tahun ini beliau berjuang dengan sakitnya, namun sekarang Abang Kamaruddin Simanjuntak sudah tenang bersama Bapa di surga," katanya ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (19/10/2026).

Martin menyebut jenazah Kamaruddin akan dibawa ke Rumah Duka dan Krematorium Tabitha Ukrida, Jakarta Barat, untuk disemayamkan.

Namun, dirinya belum mengetahui jadwal dan lokasi pemakaman terhadap jenazah almarhum.

"Saat ini, beliau akan dibawa ke rumah duka Ukrida. Belum ada informasi apakah akan dimakamkan di kampung halaman atau di Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Kamaruddin dikabarkan tengah berjuang untuk sembuh dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Hal ini sempat disampaikan oleh rekan Kamaruddin, Poltak Silitonga. Dia mengatakan kondisi Kamaruddin sempat membaik.

"Kondisinya kan sekarang dalam pemulihan, perawatan lah karena sakit yang beliau derita kan gitu. Jadi kemarin seminggu yang lalu kan saya bertemu dengan beliau, menjenguk dia ke rumahnya sebagai teman dan salah satu tim kita ya dalam kantor hukum kita dan juga dengan kantor hukum beliau," kata Poltak pada 16 Mei 2026 lalu.

Poltak menyebut sakit yang diderita Kamaruddin akibat terlalu bekerja keras sehingga tubuhnya melemah.

Dia mengungkapkan penyakit Kamaruddin sudah terjadi dalam setahun terakhir. Akibat sakit ginjal yang dideritanya, Kamarudding harus melakukan cuci darah sebanyak tiga kali dalam sepekan.

"Karena beliau orangnya sangat sibuk, sudah hampir setahun lebih lah (penyakit ginjal Kamaruddin). Mula-mula kejadian itu kita juga tidak yakin, tetapi karena kesibukan yang selalu dia bekerja terus-menerus akhirnya kurang memperhatikan kesehatannya ternyata dia sering menahan sakitnya. Ternyata setelah drop, begitu diperiksa ada kerusakan ginjal," lanjut Poltak.

Kamaruddin Simanjuntak merupakan sosok kelahiran Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada 21 Mei 1974 lalu.

Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada tahun 2004 dengan gelar cum laude dan melanjutkan kariernya sebagai advokat.

Sejak tahun 2007, ia bergabung menjadi anggota Perhimpunan Advokat Indonesia. 

Kamaruddin membuka firma hukum sendiri bernama "Victoria Law Firm" pada tahun 2019. 

Ia juga mulai meniti karier dalam bidang politik. Pada tahun 2020, ia mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera.

Nama Kamaruddin mencuat setelah menangani kasus yang menjadi perhatian publik yaitu ketika menjadi pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Adapun Brigadir Yosua merupaka korban dari pembunuhan berencana yang diotaki oleh eks Kadiv Propam Polri, Freddy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu.

Kasus kematian Brigadir Yosua yang sempat kabur ini akhirnya terungkap setelah Kamaruddin mendesak akan adanya autopsi ulang kepada jenazah korban.

Berawal dari langkah inilah, kasus tewasnya Brigadir Yosua terungkap setelah sebelumnya kematiannya disebut karena aksi saling tembak dengan ajudan Sambo lainnya yakni Bharada Richard Eliezer.

Total ada empat orang yang divonis dalam kasus yang menyita perhatian publik hampir satu tahun ini. 

Mereka adalah Ferdy Sambo; istrinya, Putri Candrawathi; ajudan Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal; dan asisten rumah tangga (ART) Sambo, Kuat Ma'ruf.(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra