INDSATU – Sebuah kisah nyata kembali menyingkap wajah kelam sistem perpajakan Indonesia. Seorang pengusaha yang pernah dikenakan pajak sebesar Rp1,2 miliar mengaku rela “angkat senjata” demi melawan ketidakadilan. Kini, ia muncul kembali setelah 2–3 tahun, membawa cerita pilu.
Dulu, ia sempat berkonsultasi dengan INTAC (Indonesia Tax Care) yang dipimpin Basuki Widodo, namun memilih menyelesaikan kasusnya sendiri. Hasilnya, tagihan memang turun menjadi Rp120 juta, tetapi ia tetap harus membayar jumlah besar dan mengalami kehancuran finansial.
> “Padahal jika saya tangani sejak awal, dia bisa bebas bayar, karena kasusnya memang tidak layak dipajaki. Tapi karena jalan sendiri, akhirnya tetap keluar biaya ratusan juta,” jelas Basuki.
Kini, ia datang dalam keadaan usaha runtuh, terlilit utang, dan terpaksa membayar lima konsultan pajak selama prosesnya.
---
Pola Tekanan Pajak yang Sistemik
Menurut Basuki, ini bukan kasus tunggal. Ada pola puluhan tahun yang dibangun birokrasi pajak: menciptakan rasa takut, kebingungan, dan ketidakberdayaan masyarakat.
> “Petugas pajak tidak peduli argumen rakyat. Yang mereka pikirkan hanya: ‘berapa yang bisa diperas’. Rasa takut ini sengaja diciptakan,” tegasnya.
---
GEMPA Indonesia: Gerakan Moralitas Pajak Indonesia
Sebagai respons, lahirlah GEMPA Indonesia—gerakan moral, intelektual, dan sosial untuk menegakkan keadilan pajak. Bersama JPI Saja (Jaringan Publik Indonesia Sadar Pajak), GEMPA mengajak publik untuk:
1. Memahami hak & kewajiban pajak secara benar.
2. Melawan intimidasi dan manipulasi birokrasi pajak.
3. Membangun keberanian bersikap berdasarkan hukum dan moralitas.
> “Pemerintah tak akan melepas pajak secara adil jika rakyat tetap awam. GEMPA hadir untuk membuat rakyat cerdas, kritis, dan berani,” kata Basuki, yang juga Dewan Pakar JPI Saja.
---
Tentang GEMPA Indonesia
GEMPA Indonesia adalah inisiatif bersama INTAC dan RDG (PT Redaksi Indonesia Satu). Gerakan ini mengedepankan moralitas, edukasi, dan pembelaan publik terhadap praktik pajak yang merugikan masyarakat.(*)

0 Komentar