INDSATU - Dalam sepekan terakhir, wilayah Sumatera Barat (Sumbar) diguncang sebanyak 28 kali gempa bumi dengan intensitas yang bervariasi. Aktivitas seismik yang cukup padat ini menjadi pengingat bahwa daerah Sumbar berada di zona tektonik paling aktif di Indonesia, yakni pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Menurut laporan BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, sebagian besar gempa terjadi di wilayah pesisir barat Sumatera, tepatnya di sekitar zona Sesar Mentawai dan Sesar Sumatera. Dua sumber gempa tersebut dikenal sebagai jalur rawan yang kerap memicu aktivitas seismik tinggi.
“Sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, berkisar antara 2,5 hingga 4,9 skala Richter. Namun frekuensinya cukup sering, menunjukkan bahwa kedua sesar tersebut masih aktif,” kata petugas BMKG yang dikutip TribunPadang.com.
Sesar Mentawai dan Sumatera Masih Bergerak
Zona Sesar Mentawai terletak di bawah laut, membentang di lepas pantai barat Sumatera. Daerah ini merupakan bagian dari jalur subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa besar dan tsunami, seperti peristiwa 2009 lalu. Sementara Sesar Sumatera memanjang dari Aceh hingga Lampung, melintasi daratan Sumbar di beberapa titik rawan seperti Agam, Solok, dan Pesisir Selatan.
Aktivitas pada kedua sesar ini menunjukkan pergerakan kerak bumi yang masih dinamis. Meski sebagian besar gempa tidak terasa oleh masyarakat, namun beberapa getaran ringan dilaporkan di wilayah Padang, Painan, dan Kepulauan Mentawai.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau mengenali tanda-tanda gempa dan memahami jalur evakuasi, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pesisir.
“Gempa kecil yang sering terjadi justru bisa menjadi pelepasan energi yang baik. Namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi gempa yang lebih besar,” tambah pihak BMKG.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah bersama BPBD Sumbar terus memantau perkembangan aktivitas tektonik dan memperkuat sistem peringatan dini di daerah rawan.
Catatan: Sumbar di Cincin Api Dunia
Wilayah Sumatera Barat memang berada di dalam kawasan yang disebut Cincin Api Pasifik, jalur yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi tempat bertemunya banyak lempeng bumi aktif. Kondisi inilah yang menjadikan Sumbar rawan gempa, tetapi sekaligus menjadi wilayah yang subur secara geologi.(*)
Sumber: TribunPadang.com – BMKG Padang Panjang

0 Komentar