INDSATU - Nama Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. sudah tidak asing bagi masyarakat Sumatera Barat, terutama di Kota Padang. Sosok yang dikenal tegas, religius, dan merakyat ini pernah memimpin Kota Padang selama dua periode berturut-turut (2004–2014). Di bawah kepemimpinannya, wajah Padang berubah — bukan hanya secara fisik, tapi juga dalam karakter dan semangat warganya.
🌊 Dari Laut ke Darat: Perjalanan Awal Seorang Pemimpin
Lahir di Padang pada 16 Agustus 1962, Fauzi Bahar tumbuh dalam keluarga yang kental dengan nilai agama dan adat Minangkabau.
Ayahnya, Baharudin Amin (Wali Bahar), adalah tokoh masyarakat sekaligus Wali Nagari, sementara ibunya, Nurjanah Umar, seorang guru agama dan aktivis Muhammadiyah. Nilai-nilai religius dan disiplin dari kedua orangtuanya inilah yang membentuk karakter Fauzi sejak kecil.
Setelah menamatkan pendidikan di Padang, Fauzi melanjutkan ke Akademi Angkatan Laut (AAL) di Surabaya dan meniti karier di TNI AL. Ia bahkan sempat bertugas di pasukan elite Kopaska, pasukan khusus TNI AL yang terkenal dengan kedisiplinan dan keberanian tinggi.
Pengalaman di militer inilah yang membentuk kepemimpinannya — tegas, disiplin, namun tetap dekat dengan rakyat.
🏛️ Memimpin Kota Padang Dua Periode
Tahun 2004, Fauzi Bahar terpilih sebagai Wali Kota Padang, dan kembali dipercaya rakyat untuk memimpin di periode 2009–2014.
Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai pemimpin yang religius, inovatif, dan responsif terhadap masyarakat.
Beberapa program yang paling dikenang masyarakat di antaranya:
Subuh Mubarakah & Maghrib Mengaji, program yang mendorong masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid dan mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama.
Gerakan Wajib Jilbab bagi siswi Muslim, sebagai upaya membangun moral dan karakter sejak dini.
Pembangunan dan kebersihan kota yang membuat Padang berkali-kali meraih penghargaan Adipura.
Namun masa kepemimpinannya juga tak lepas dari ujian besar, salah satunya ketika gempa bumi besar mengguncang Padang pada 30 September 2009. Di tengah kepanikan warga, Fauzi tampil di barisan depan: memberikan instruksi, menenangkan masyarakat, dan memimpin langsung proses evakuasi serta pemulihan kota.
Bagi banyak orang Padang, momen itu menjadi bukti nyata kepemimpinannya di masa krisis.
⚖️ Sosok Tegas dan Religius
Fauzi Bahar dikenal sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan. Ia tak ragu menegakkan nilai agama dan moral di tengah modernisasi kota.
Meski beberapa kebijakannya sempat menuai pro-kontra, banyak pihak mengakui bahwa disiplin dan visi religiusnya membuat Padang menjadi kota yang berkarakter dan tertib.
🕌 Aktif Setelah Menjabat
Setelah tidak lagi menjabat sebagai wali kota, Fauzi Bahar tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, adat, dan keagamaan.
Ia dipercaya menjadi Ketua LKAAM Sumatera Barat (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) serta Ketua Umum PB PGAI (Persatuan Guru Agama Islam).
Selain itu, ia juga aktif di dunia politik bersama Partai NasDem, sekaligus sering tampil sebagai pembicara dalam berbagai kegiatan dakwah dan seminar kepemimpinan.
🕊️ Warisan Seorang Pemimpin
Dari seorang perwira laut menjadi kepala daerah, Fauzi Bahar telah menunjukkan bahwa pemimpin sejati bisa datang dari mana saja — asal memiliki niat tulus, disiplin, dan semangat mengabdi.
Ia meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Padang: kota yang religius, tangguh, dan berkarakter.
📌 “Pemimpin itu bukan soal jabatan, tapi soal ketulusan melayani.” — Fauzi Bahar.(*)
Editor : Yendra.

0 Komentar