Lia Itu Bukan Jurnalis Biasa Zulia Yandani (Lia) di Mata Pax Alle (William Nursal Devarco)


INDSATU - Dalam dunia media, kebanyakan orang mengenal jurnalis lewat tulisan mereka. Namun Zulia Yandani, atau Lia, berbeda. Ia adalah jurnalis radio – seorang reporter dan penyiar yang menyampaikan fakta lewat rekaman suara, dengan intonasi yang khas, jernih, dan penuh karakter.


Saya, William Nursal Devarco (Pax Alle), mengenalnya sejak 2005. Dari dekat, saya melihat bahwa Lia bukan hanya seorang jurnalis, melainkan juga pribadi yang penuh rasa. Suaranya bisa tegas ketika membaca berita penting, bisa lembut saat menyapa pendengar, dan selalu menyelipkan empati dalam setiap narasi.


Namun ada satu hal lain yang membuat saya semakin percaya bahwa Lia adalah sosok berhati besar: kepekaannya pada kucing-kucing yang terabaikan.

Di tengah kesibukan liputan dan siaran, Lia selalu punya ruang di hatinya untuk memperhatikan hewan kecil itu. Ia sering menunjukkan kepedulian pada kucing jalanan, memberi makan, atau sekadar mengelus dengan penuh kasih.


Bagi Lia, kucing bukan hanya hewan, melainkan makhluk hidup yang butuh diperhatikan. Sense-nya terhadap kucing begitu kuat—ia bisa tiba-tiba berhenti ketika melihat kucing kelaparan di jalan, lalu tanpa ragu menyisihkan waktu dan apa yang ia punya untuk menolongnya. Itu adalah cermin dari kemanusiaan yang tulus, karena orang yang peduli pada yang lemah pasti juga peduli pada sesamanya.


Di situlah saya semakin yakin: Lia bukan jurnalis biasa.

Ia jurnalis radio yang menyampaikan kebenaran dengan suara, dan di saat yang sama menyuarakan kasih sayang lewat tindakannya terhadap makhluk kecil yang sering terabaikan.


Lia adalah suara nurani, bagi manusia maupun bagi kehidupan yang lebih luas

Opini oleh: William Nursal Devarco (Pax Alle)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra