2 Kubu PBNU Islah di Lirboyo, Eks Menteri Agama RI Bersyukur: Ini Cara NU Selesaikan Beda Pendapat


INDSATU - Mantan Menteri Agama RI (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menanggapi rekonsiliasi antara dua kubu di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni kubu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftach) dan kubu Ketua Umum Tanfidziyah PBNU masa khidmat 2022-2027 Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).


Diketahui sebelumnya, kedua kubu tersebut memiliki pandangan yang berbeda mengenai siapa yang menjabat sebagai Ketua Umum Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.


Kubu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftach), memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU per 26 November 2025, dan sesuai rapat pleno pada 9-10 Desember 2025 di Hotel Sultan, Jakarta memutuskan menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.


Sementara itu, Gus Yahya menyatakan dirinya masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU hingga masa jabatannya berakhir, dan menggelar rapat pleno di kantornya di Jalan Kramat Raya, Jakarta pada 11 Desember 2025.


Setelah dualisme kepemimpinan PBNU bergulir lebih dari satu bulan, kini tercapai rekonsiliasi dari kedua sisi elite Nahdlatul Ulama (NU) yang berselisih pendapat tersebut.


Melalui pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo pada Kamis (15/12/2025), kubu Kiai Miftach dan kubu Gus Yahya akhirnya mencapai kesepakatan untuk melakukan islah atau perdamaian demi menjaga persatuan organisasi.


“Alhamdulillah hasil pertemuan hari ini menyatakan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati keputusan bersama,” ujar Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib, Kamis.


Salah satu keputusan utama dalam pertemuan tersebut, adalah kesepakatan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) secepatnya.


“Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan sesegera mungkin dan pelaksanaannya diserahkan kepada PBNU, dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya,” jelas pria yang juga akrab disapa Gus Muid ini.


Islah antara Kubu Kiai Miftach dan Kubu Gus Yahya Tercapai, Lukman Hakim Bersyukur


Terkait tercapainya kesepakatan islah antara kubu Kiai Miftach dan Gus Yahya di Ponpes Lirboyo pada Kamis kemarin, Lukman Hakim Saifuddin mengaku bersyukur dan berbahagia.


Apalagi, kedua kubu sudah kembali bersatu dan sepakat mengakhiri perbedaan pendapat lewat muktamar.


"Pertama kami warga NU khususnya, dan menurut hemat saya, seluruh warga bangsa ini, bersyukur, berbahagia dengan terjadinya pertemuan di Lirboyo yang merupakan rapat konsultasi Syuriah PBNU dengan Mustasyar PBNU," kata Lukman, saat diwawancarai dalam program PRIME TIME NEWS di kanal YouTube Metro TV, Kamis.


"[Pertemuan] yang menghasilkan kesepakatan bahwa Ketua Umum dan Rais Aam akan kembali bersatu bersama-sama untuk mengakhiri perbedaan pendapat dengan menempuh forum permusyawaratan tertinggi, yaitu muktamar."


Menurut alumni Pondok Pesantren Modern Gontor yang pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 ini, islah dan rekonsiliasi tersebut merupakan cara NU untuk menyelesaikan beda pendapat.


"Dan ini tentu sesuatu yang kita benar-benar syukuri, karena inilah cara NU untuk menyelesaikan perbedaan pendapat di antara elitnya sehingga ini diserahkan di forum permusyawaratan tertingginya yaitu di muktamar," ucapnya.


Lukman pun memaknai pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo yang diprakarsai para masyayikh (sesepuh) dan mustasyar (dewan penasihat) itu sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan polemik.


"Jadi, kami memaknai ini adalah cara terbaik pertemuan Syuriah yang mengundang para penasehat, para mustasyar dan melibatkan para pimpinan pondok pesantren, para masyayikh yang juga dalam organisasi NU memiliki peran yang cukup penting dalam ikut membimbing, menjaga, mengawal keberlangsungan organisasi," ujar Lukman.


Lukman pun berharap, pertemuan di Lirboyo menjawab akar persoalan di internal PBNU.


Ia pun memprediksi, akan ada rapat pleno PBNU sebagai tindak lanjutnya.


Lukman yang menjabat Menteri Agama RI periode 2014-2019 itu yakin, muktamar akan berhasil mengakhiri perbedaan pendapat di tubuh NU.


"Saya menduga pertemuan di Lirboyo ini akan ditindaklanjuti dengan rapat pleno di PBNU untuk mengukuhkan hasil kesepakatan Lirboyo, pertemuan konsultasi Syuriah dengan Mustasyar ini," kata Lukman.


"Sehingga, salah satu pesan penting dari hasil pertemuan Lirboyo sore ini adalah muktamar dalam jangka waktu yang segera ke depan ini bisa disepakati bersama oleh Rais Aam dan Ketua Umum dengan melibatkan para mustasyar, pimpinan pesantren, dan para masyayikh. "


"Tentu itu harus dikukuhkan dalam rapat pleno yang biasanya dalam tradisi organisasi NU itu juga dikukuhkan dalam sebuah forum permusyawaratan yang bernama Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas Alim Ulama) dan Konbes, konferensi besar NU untuk menuju muktamar."


"Jadi, saya sangat optimis bahwa muktamar nanti akan mengakhiri perbedaan pendapat yang dalam waktu satu bulan lebih belakangan ini membuat gelisah, galau juga kesedihan warga NU secara umum, dan alhamdulillah ini bisa menuju arah yang sangat positif."(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra