Dulu Kuliah Tak Tamat, Kini Jadi Bupati! Kisah Inspiratif Jon Firman Pandu Membangun Solok

INDSATU - Garis nasib seseorang tidak ada yang tahu. Sebuah kegagalan di masa lalu bukanlah penentu akhir dari sebuah perjalanan, melainkan ujian untuk melihat seberapa kuat seseorang bangkit kembali. Kalimat ini sangat tepat menggambarkan sosok Jon Firman Pandu (JFP), Bupati Solok terpilih periode 2025–2030.


Dibalik senyum ramah dan kewibawaannya sebagai pemimpin daerah, Jon Firman Pandu menyimpan cerita perjuangan yang sangat manusiawi dan inspiratif. Siapa sangka, orang nomor satu di Kabupaten Solok ini pernah mengalami fase "jatuh-bangun" dalam dunia pendidikan.


Masa Rantau dan Kegagalan yang Menjadi Pelajaran

Jon Firman Pandu menghabiskan masa mudanya di tanah rantau, tepatnya di kawasan Cipete dan Pamulang. Setelah lulus dari SMK Puspita Bangsa Ciputat pada tahun 1998, ia mencoba peruntungan dengan masuk ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jakarta, salah satu kampus perhotelan bergengsi.


Namun, dunia perkuliahan kala itu tidak berjalan mulus baginya. Karena berbagai keadaan, studinya di Trisakti terhenti dan ia tidak sempat menyelesaikan gelar diploma-nya. Di titik ini, banyak orang mungkin akan menyerah, namun Jon memilih untuk terus bekerja dan mengasah diri di lapangan.


Titik Balik: Pendidikan adalah Senjata Utama

Tahun demi tahun berlalu, kariernya di dunia politik mulai bersinar bersama Partai Gerindra. Namun, ia merasa ada yang kurang. Ia sadar bahwa untuk menjadi pemimpin yang mumpuni, pemahaman mendalam tentang aturan dan hukum adalah syarat mutlak.


Pada tahun 2016, saat usianya sudah menginjak 37 tahun—usia yang bagi banyak orang dianggap "terlambat" untuk kuliah lagi—Jon membuat keputusan besar. Ia mendaftar sebagai mahasiswa S-1 Ilmu Hukum di STIH Putri Maharaja Payakumbuh.


Kegigihannya luar biasa. Di sela-sela kesibukan sebagai politikus dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, ia tetap tekun mengikuti perkuliahan. Hasilnya manis, pada tahun 2020 ia resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), tepat sebelum ia dilantik menjadi Wakil Bupati Solok setahun kemudian.


Dari Kursi Wakil Menuju Kursi Utama

Pengalamannya menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2021–2025 menjadi kawah candradimuka bagi Jon. Ia belajar langsung bagaimana mengelola birokrasi dan menyentuh hati rakyat. Ketulusannya berbuah manis; pada Pilkada 2024, masyarakat memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk naik takhta menjadi Bupati Solok periode 2025–2030.


Pesan Moral bagi Generasi Muda

Kisah Jon Firman Pandu adalah pengingat bagi anak muda di Solok maupun di seluruh Indonesia:


Kegagalan Akademis Bukan Akhir Dunia: Tidak tamat kuliah di masa muda bukan berarti Anda tidak bisa sukses di masa depan.

Belajar Tak Kenal Usia: Pendidikan bisa dikejar kapan saja asal ada kemauan.

Integritas adalah Kunci: Kedekatannya dengan rakyat dan loyalitasnya pada partai membuktikan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil.


Kini, di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Solok menaruh harapan besar. Sosok yang pernah merasakan pahitnya kegagalan ini diharapkan mampu membawa Solok menjadi daerah yang lebih tangguh, maju, dan berkeadilan. (Wikipedia)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra