Golkar Soroti Lemahnya Narasi Pemerintah: Kebijakan Presiden Jadi Kerap Disalahpahami

L

INDSATU  - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah yang membuat kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto sering disalahpahami publik. Ia menekankan substansi kebijakan sudah kuat, mencakup ketahanan energi, ketahanan pangan, hilirisasi industri, pengembangan teknologi termasuk AI, dan pemberdayaan UMKM, namun narasi yang lemah menyebabkan kebijakan tidak tersampaikan utuh.


Idrus menilai para menteri dan juru bicara presiden harus lebih efektif menjelaskan arah dan tindak lanjut kebijakan agar masyarakat memahami konteks, termasuk dampak tekanan global seperti konflik Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi. Ia juga menekankan pentingnya transparansi posisi Indonesia di forum internasional agar tidak disalahartikan sebagai keberpihakan.


Menurut Idrus, komunikasi yang reaktif menimbulkan kritik yang sebenarnya bisa menjadi solusi bila dijelaskan lebih awal. Ia menekankan narasi harus terbuka, konsisten, dan komprehensif, menjelaskan skenario terbaik hingga terburuk agar publik tidak salah menilai.


Ia menegaskan Partai Golkar tetap mendukung penuh pemerintah, dengan kader diminta aktif menerjemahkan, mengimplementasikan, dan menyampaikan kebijakan kepada masyarakat agar langkah presiden dapat dipahami luas.


Idrus juga menyoroti bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi, tetapi cara penyampaiannya; tanpa komunikasi jelas, kebijakan yang tepat bisa dianggap salah.


Ia menekankan pentingnya koordinasi internal pemerintah, kreatifitas juru bicara, dan strategi komunikasi yang sistematis agar kebijakan prospektif dan antisipatif pemerintah bisa diterima publik dengan baik.(*)



Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra