INDSATU - Militer Iran memperingatkan bahwa hotel-hotel yang menampung tentara Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan menjadi target serangan.
“Ketika pasukan Amerika memasuki sebuah hotel, maka dari perspektif kami, hotel tersebut menjadi milik Amerika,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, kepada televisi pemerintah, dikutip Al Jazeera, Jumat (27/3/2026).
“Apakah kami hanya akan diam dan membiarkan Amerika menyerang kami? Ketika kami merespons, secara alami kami akan menyerang di mana pun mereka berada,” lanjutnya.
Sebelumnya, pada Kamis (26/3/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh militer AS menggunakan warga di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sebagai perisai manusia.
“Sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di GCC untuk bersembunyi di hotel dan kantor. Mereka menggunakan warga negara GCC sebagai perisai manusia,” tulisnya dalam unggahan di X.
Araghchi juga menyerukan kepada hotel-hotel di kawasan tersebut untuk menolak pemesanan kamar dari pihak militer AS.
Pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei, bersama komandan militer senior dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan Timur Tengah.
Shekarchi sebelumnya juga menyatakan bahwa Iran telah menghancurkan 17 pangkalan militer AS di Asia Barat sejak awal konflik, menurut kantor berita resmi IRNA.
“Pasukan Amerika terpaksa meninggalkan pangkalan mereka. Mereka yang selamat berlindung di hotel,” kata Shekarchi, dikutip Xinhua.
Ia menegaskan bahwa Iran hanya akan menargetkan hotel tertentu yang digunakan pasukan AS, dan menganggapnya sebagai properti milik Amerika.
Shekarchi juga menyerukan negara-negara di kawasan untuk mencegah masuknya warga Amerika ke kota-kota mereka.
Ia menyatakan bahwa jika pasukan AS tetap berada di pangkalan, Iran akan lebih mudah memberikan lebih banyak pukulan”.(*)

0 Komentar