Kapal Malaysia Bisa Melintas di Selat Hormuz, Iran Tak Pernah Lupa Dukungan Malaysia di Masa Sulit



INDSATU - Kantor Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyampaikan terima kasih kepada Malaysia yang turut mengecam operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Negeri Para Mullah itu sejak Sabtu (28/2/2026).


Adapun agresi militer yang dinamai Operation Epic Fury tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah petinggi lain, seperti Sekretaris Dewan Keamanan Iran Ali Larijani, Komandan Angkatan Udara IRGC Amir Ali Hajizadeh, hingga Komandan Angkatan Laut IRGC Iran Alireza Tangsiri yang punya kontrol atas Selat Hormuz dan diduga sudah tewas pada Kamis (26/3/2026).


Dalam unggahan akun media sosial X (dulu Twitter), @iraninmalaysia, Jumat (27/3/2026), Kedutaan Besar Iran di Malaysia mengunggah tangkap layar artikel berita dari Free Malaysia Today (FMT) yang memberitakan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih karena kapal Malaysia sudah diizinkan melewati Selat Hormuz.


Judul berita FMT tersebut adalah:


"TERIMA KASIH IRAN BENARKAN KAPAL MALAYSIA LALUI SELAT HORMUZ, KATA ANWAR"


Lantas, Kantor Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyatakan bahwa negaranya tidak pernah melupakan dukungan Malaysia dalam masa sulit, menyusul intensitas serangan AS-Israel.


"Iran tidak akan pernah melupakan pendirian sokongan Malaysia dalam hari-hari sukar," tulis Kedubes Iran di Malaysia dengan bahasa Melayu, dalam cuitannya.


Kapal Malaysia Diizinkan Lewat Selat Hormuz


Iran telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz, di tengah krisis energi global yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap negara yang dulu dikenal dengan nama Persia itu.


PM Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah memberikan "izin awal" kepada kapal-kapal Malaysia untuk melewati jalur air tersebut, yang secara efektif telah ditutup oleh Teheran.


Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah memberikan "izin awal" kepada kapal-kapal Malaysia untuk melewati jalur air tersebut, yang secara efektif telah ditutup oleh Teheran.


“Kami sedang dalam proses mengamankan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka,” kata Anwar dalam pidatonya, Kamis (26/3/2026), dikutip dari Al Jazeera.


Akan tetapi, Anwar tidak menjelaskan berapa banyak kapal yang telah melewati Selat Hormuz atau apa syarat dan kondisi yang diperlukan agar diizinkan melintasi jalur itu dengan aman


PM Malaysia Kecam Serangan AS-Israel terhadap Iran


Sementara itu, Anwar Ibrahim mengungkap dirinya sudah bertelepon langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.


Hal ini disampaikan Anwar dalam sebuah cuitan di akun media sosial X @anwaribrahim, Jumat (27/3/2026).


Cuitan tersebut juga menyertakan rekaman suara Masoud ketika bertelepon dengan Anwar, yang menyatakan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari Malaysia.


Dalam cuitannya, Anwar menyampaikan rasa duka atas korban jiwa di Iran, termasuk wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan AS-Israel.


Anwar juga menyebut Malaysia mengecam keras agresi militer yang dilancarkan "duet" AS dan Israel terhadap Iran dan menyatakan hal itu melanggar hukum internasional.


Kata Anwar, Malaysia juga mendukung Iran untuk berunding dan mengakhiri perang atau gencatan senjata dengan jaminan yang dapat dipercaya, bukan seperti gencatan senjata di Palestina dan Lebanon yang sudah berulangkali dilanggar Israel.


Berikut cuitan lengkap PM Malaysia Anwar Ibrahim


Saya telah berhubung dengan Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, bagi mendapatkan perkembangan terkini berhubung konflik Asia Barat yang kian meruncing.


Malaysia merakamkan takziah yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran atas kehilangan besar yang menimpa kepimpinan tertinggi negara, termasuk tokoh politik, ketenteraan dan keselamatan, di samping nyawa tidak berdosa, termasuk kanak-kanak dan orang awam. 


Malaysia mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel yang didukung Amerika Syarikat ke atas Iran.


Dalam masa yang sama, Malaysia turut menyatakan keprihatinan terhadap negara-negara sahabat di Teluk yang terkesan akibat konflik ini.


Malaysia mengutuk sebarang tindakan yang menyasarkan orang awam, kerana ia jelas melanggar undang-undang antarabangsa, prinsip kemanusiaan dan nilai keadilan. 


Saya turut mengambil maklum kesediaan Iran untuk berunding, dengan syarat penamatan perang secara muktamad. Pengalaman lalu membuktikan bahawa gencatan senjata tanpa jaminan kukuh hanya akan mengulang kitaran keganasan, sebagaimana yang berlaku di Gaza dan Lebanon.


Justeru, usaha damai mesti berteraskan keadilan, akauntabiliti dan komitmen berpanjangan.


Malaysia percaya keamanan sejati menuntut penyelesaian yang tuntas, demi menjamin keselamatan semua pihak serta memulihkan maruah kemanusiaan di rantau Asia Barat.


Saya turut menghargai penghargaan Presiden Pezeshkian terhadap sokongan Malaysia, dan komited untuk terus memperkukuh solidariti ini. Sama-sama kita doakan agar konflik di Asia Barat dapat menemui jalan damai dengan kadar segera. (*)


Sumber : Tribunnews-com.


Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra