INDSATU - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa keputusan terkait harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan di tengah isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang beredar jelang April 2026.
“Harga minyak dunia sekarang sudah mencapai US$115. Di dalam negeri masih stabil. Atas arahan Bapak Presiden, untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang, saya pikir Bapak Presiden punya perhatian terhadap rakyat kecil,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/3/2026), saat berada di Jepang.
Bahlil menekankan keputusan akhir mengenai kebijakan BBM akan mempertimbangkan kondisi masyarakat secara menyeluruh
“Percayalah, tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Menteri ESDM menjelaskan, harga BBM untuk sektor industri mengikuti pergerakan pasar dan tidak tergantung pada pengumuman resmi.
Sementara BBM nonsubsidi, umumnya dengan oktan tinggi, dikonsumsi kelompok masyarakat mampu sehingga tidak membebani negara.
“Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat,” jelas Bahlil.
Terkait situasi global, terutama di Selat Hormuz, Bahlil menyatakan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Ia mengungkapkan komunikasi antar kementerian masih aktif, termasuk pembahasan terbaru dengan Menteri Luar Negeri Sugiono, dan menilai sudah ada sinyal positif meski dinamika geopolitik masih berkembang.
Isu kenaikan harga BBM muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, yang kini berada di kisaran US$115 per barel.
Berlakunya isu kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 sempat beredar melalui dokumen tidak resmi.
Namun, PT Pertamina (Persero) membantah kabar tersebut.
Foto : KOMPAScom/FIKA NURUL ULYA

0 Komentar