INDSATU - Isu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto yang merebak dalam beberapa hari terakhir disebut bukan terjadi secara alamiah. CEO Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai ada pihak yang mendesain atau menjadi “sutradara” di balik isu tersebut.
Dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif, Pangi menyebut peristiwa politik tidak pernah terjadi secara spontan.
“Ya, sebenarnya kalau bicara KPI (Key Performance Indicator-red) ya, bahwa peristiwa politik itu fenomena yang tidak ada yang alamiah. Saya termasuk mazhab yang percaya bahwa dalam politik itu ada desain, ada arsitekturnya, ada perencanaannya, ada operatornya, ada yang mendesain,” ujar Pangi.
Ia menilai isu pemakzulan Prabowo sudah memiliki rangkaian peristiwa yang saling terhubung sejak beberapa waktu lalu.
“Sehingga isu pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto sudah pasti ada yang mendesain,” jelasnya.
Pangi juga mengaitkan sejumlah peristiwa politik sebelumnya yang menurutnya menjadi bagian dari pola yang sama, termasuk dinamika politik nasional yang terjadi sejak 2025.
Lebih jauh, ia menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam konteks politik tersebut.
Ia menambahkan, dalam sejarah politik Indonesia, pergantian kekuasaan sering melibatkan posisi wakil presiden.
“Ketika Soeharto jatuh, yang naik Habibie. Begitu juga ketika Gus Dur jatuh, yang naik adalah wakilnya,” ujarnya.
Menurutnya, dalam dinamika politik, pihak yang paling dekat dengan kekuasaan adalah yang paling perlu diperhatikan.
“Ini kan fenomena empirik, peristiwa yang terjadi di masa lalu. Selalu yang harus diwaspada itu menurut saya adalah orang yang paling dekat dengan kita,” pungkasnya.(*)

0 Komentar