Setkab Tembus 3 Besar, Komunikasi Teddy Di nilai Kunci Kepercayaan Publik


INDSATU - Sekretariat Kabinet (Setkab) berhasil menorehkan capaian penting dengan masuk dalam tiga besar lembaga pemerintah dengan kinerja terbaik berdasarkan persepsi publik. Berdasarkan survei Cyrus Network pada April 2026, Setkab memperoleh skor 86,3 persen berada di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.


Peneliti utama Cyrus Network Syahril Ilhami mengatakan, peningkatan ini tidak lepas dari faktor komunikasi publik yang dijalankan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Publik saat ini menyukai cara komunikasi yang disampaikan,” ujar Syahril.


Selain komunikasi, efisiensi dalam pengelolaan administrasi juga memperkuat citra positif Setkab. “Tata kelola yang rapi dan penyampaian kebijakan yang jelas membuat kepercayaan publik meningkat,” ucapnya.


Peneliti CSIS Arya Fernandes juga menyoroti pentingnya tingkat eksposur dalam membentuk persepsi masyarakat. “Kementerian atau lembaga yang sering muncul di publik dan memiliki narasi program yang jelas cenderung dinilai lebih baik,” ujarnya.


Menurut Arya, beberapa institusi seperti Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet memiliki tingkat kemunculan yang relatif tinggi dibandingkan lembaga lainnya.


Kedekatan Setkab dengan pusat pengambilan keputusan di lingkaran kepresidenan turut menjadi faktor strategis. Di bawah kepemimpinan Teddy, Setkab dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan komunikasi kebijakan tetap jelas dan tidak menimbulkan polemik.


Survei tersebut juga menunjukkan adanya hubungan kuat antara popularitas lembaga dan persepsi kinerjanya. Hanya beberapa institusi yang konsisten berada di lima besar dalam kedua aspek tersebut, termasuk Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.


Pakar komunikasi digital Anthony Leong menilai salah satu momen penting ketika Teddy menghadapi puluhan wartawan dalam sesi wawancara. “Ketika seorang pejabat mampu menjawab banyak pertanyaan secara tenang, jelas, dan terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat,” katanya.


Kemampuan tersebut bukan hanya soal berbicara, tetapi juga penguasaan substansi dan konsistensi pesan. “Keterbukaan dan respons cepat di depan media menjadi kunci membangun kredibilitas,” ucapnya.


Menurut Anthony, pendekatan komunikasi seperti ini semakin relevan di tengah tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi. “Tidak harus sering tampil, tetapi muncul pada momen yang tepat untuk merespons isu strategis, itu justru efektif,” katanya.


Capaian ini menegaskan bahwa komunikasi publik yang responsif, transparan, dan berbasis substansi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan di era informasi yang serba cepat.(*)


Artikel/Sindonews

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra