Ia disebut melakukan sejumlah mark-up pengadaan barang kelengkapan SPPG, ditambah menerima uang miliaran rupiah sebagai kompensasi meluluskan SPPG.
Dadan dulunya dilantik sebagai Kepala BGN di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 19 Agustus 2024.
Dia kemudian tetap menduduki jabatan tersebut saat pemerintahan Prabowo Subianto dan menjalankan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menempuh pendidikan S1 Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1990.
Kemudian, pria kelahiran Garut itu melanjutkan pendidikan S2 Entomologi Terapan di Universitas Bonn, Jerman (lulus tahun 1997).
Entomologi adalah cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga.
Untuk jenjang S3, Dadan melanjutkan di Leibniz Universität Hannover, Jerman pada 2000.
Lagi-lagi, fokus mempelajari entomologi alias serangga.
Prof Dadan Hindayana resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Senin (19/8/2024). Pelantikannya disahkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Badan Gizi Nasional berada di bawah langsung Presiden, bertugas memenuhi gizi nasional.
Beberapa fungsi yang dijalankan Badan Gizi Nasional meliputi koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan, dan penyaluran, promosi, dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional.(*)

0 Komentar