Seskab Teddy Unggah Alasan Pertamax Naik, Pastikan Harga Pertalite Dan Solar Tetap

INDSATU - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamax yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan BBM bersubsidi yang hingga kini masih dipertahankan pemerintah.


Melalui keterangan tertulis yang diunggah akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu (13/6/2026), Teddy menegaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi sehingga mekanisme penetapan harganya mengikuti perkembangan harga minyak dunia.


"Pertamax adalah BBM Non-Subsidi, artinya harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," tulis Teddy.


Dia menjelaskan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat. Dua jenis BBM yang masih mendapatkan subsidi adalah Pertalite dan Solar.


Dalam keterangannya, Teddy menyebut harga Pertalite tetap dipatok sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi tetap berada di level Rp6.800 per liter.


Menurut Teddy, lonjakan harga minyak dunia sebenarnya telah terjadi sejak Maret 2026. Namun demikian, pemerintah memilih menahan penyesuaian harga BBM non-subsidi selama beberapa bulan guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.


"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi Pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," katanya.


Selain itu, Teddy menilai harga Pertamax di Indonesia masih relatif kompetitif dibandingkan harga bahan bakar dengan spesifikasi setara, yakni RON 92 hingga RON 95, di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.


Berdasarkan data yang dikutip dari Petrol Price, GasWatch, dan Global Petrol Prices per 11 Juni 2026, harga Pertamax di Indonesia tercatat sebesar Rp16.260 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga BBM sejenis di sejumlah negara tetangga.


Di Filipina, harga BBM RON 92/95 mencapai Rp22.158 per liter. Sementara itu di Thailand tercatat Rp28.910 per liter, Laos Rp31.945 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, dan Singapura mencapai Rp42.971 per liter.(*)


Sumber : kabar24bisniscom

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra