NH, Siswa Kelas 3 SD Di Kota Padang Meninggal Dunia,Keluarga Duga Korban Perundungan


INDSATU - Seorang siswi kelas 3 SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, berinisial NH (10), meninggal dunia. Keluarga menduga korban mengalami perundungan di lingkungan sekolah.

Ayah korban, Wahid Al Amin, mengatakan kondisi putrinya mulai menurun setelah pulang sekolah pada Kamis (23/7/2026).

"Setelah pulang sekolah, anak kami terlihat murung dan seperti ketakutan. Sore harinya kondisinya semakin berbeda. Kami sempat memberikan obat, tetapi keadaannya justru semakin memburuk," ujar Wahid kepada media Sabtu (25/7/2026).


Menurutnya, keesokan hari korban tidak masuk sekolah karena mengeluhkan sakit di bagian pinggang. Meski telah beristirahat di rumah, kondisi kesehatannya terus memburuk.


"Malam harinya anak kami semakin parah. Pada hari Rabu, demamnya semakin tinggi dan sakit di bagian pinggang bertambah berat hingga sulit digerakkan," katanya.


Dilansir dari langgam.id Keluarga sempat berencana membawa korban ke rumah sakit. Namun, keberangkatan sempat tertunda karena korban terus mengeluhkan rasa sakit saat hendak dipindahkan.


Setelah mendapatkan penanganan medis, pihak rumah sakit disebut tidak menemukan luka benturan pada bagian luar tubuh. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cedera di bagian dalam.


"Dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cedera di bagian dalam berupa pergeseran tulang pada area pinggang," ungkap Wahid.


Wahid menduga cedera tersebut terjadi akibat benturan keras yang dialami putrinya saat berada di sekolah.


"Kemungkinan anak kami didorong oleh temannya hingga pinggangnya terbentur ke lantai atau beton," ujarnya.


Ia juga menyebut dugaan perundungan terhadap putrinya bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, korban diduga telah beberapa kali mengalami tindakan serupa sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3 dengan pelaku yang sama.


"Kami menilai apa yang dialami anak kami merupakan tindakan bullying. Sebab, sejak kelas 1 hingga kelas 3, anak kami sudah beberapa kali dibully oleh anak yang sama," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pihaknya masih menelusuri informasi tersebut. 


Berdasarkan konfirmasi awal kepada pihak sekolah, belum ditemukan informasi yang menguatkan adanya dugaan perundungan terhadap korban.


"Kami belum mendapatkan kronologi pastinya. Namun, ketika dikonfirmasi ke sekolah, pihak sekolah menyampaikan bahwa anak tersebut tidak mengalami bullying," ujar Yopi.


Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.(*)


Sumber : infominang.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra