
INDSATU – Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. Jasman Rizal, MM, secara resmi membuka Festival Rebana se-Kota Padang pada Sabtu (5/9/2026). Acara yang diinisiasi oleh Komunitas Bintang Ceria (KBCE) ini berlangsung khidmat di Aula LKAAM Sumbar, Kompleks Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi (Masjid Raya Sumbar). Kemeriahan festival ini semakin bertambah berkat dukungan penuh dari Bank Nagari yang bertindak sebagai sponsor utama dengan menyediakan berbagai hadiah menarik untuk para pemenang lomba.

Ketua panitia Fahyuyeretti dalam laporannya mengapresiasi kerja sama seluruh tim yang terlibat. “Persiapan festival ini memakan waktu yang cukup singkat, namun berkat kerja keras seluruh panitia dan dukungan penuh dari Bank Nagari serta para tokoh masyarakat, Alhamdulillah hari ini 11 grup siap menampilkan kemampuan terbaik mereka,” jelas Fahyuyeretti.
Ia juga menegaskan komitmen panitia untuk menjamin penilaian yang jujur dan objektif selama perlombaan.Festival Rebana kali ini diikuti oleh 11 grup Rebana terbaik dari berbagai wilayah di Kota Padang. Kompetisi berlangsung sangat kompetitif, di mana setiap grup mengerahkan kemampuan terbaik mereka dengan diperkuat oleh 8 orang peserta per grup. Para peserta tampil memukau mengenakan pakaian adat khas Minangkabau di hadapan dewan juri dan tamu undangan yang memadati aula.
memadati aula.

Sementara dalam sambutannya, Jasman Rizal menyampaikan pesan khusus dari Gubernur mengenai pentingnya menjaga seni religius. “Festival rebana ini bukan sekadar ajang kompetisi seni, melainkan wujud nyata pelestarian budaya Islam dan sarana mempererat tali silaturahmi serta ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, khususnya di Kota Padang,” ujar Jasman Rizal. Beliau menambahkan bahwa seni tradisional bernafaskan Islam seperti rebana harus terus didukung agar nilai-nilai luhur agama tetap terjaga di kalangan generasi muda.
Dukungan senada juga datang dari Pemerintah Kota Padang yang diwakili oleh Staf Ahli Wali Kota Padang, Syahrial Kamat. Saat membacakan sambutan beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Pemerintah Kota Padang mengapresiasi tinggi konsistensi KBCE dalam membina bakat seni generasi muda, karena kegiatan positif seperti festival rebana ini menjadi benteng spiritual yang kuat dalam membimbing generasi penerus yang berakhlak mulia,” tutur Syahrial Kamat.
Ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung ruang kreativitas seni Islam demi mewujudkan Kota Padang yang religius dan berbudaya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar, Prof. Dr. Fauzi Bahar, menyambut hangat pemilihan Aula LKAAM sebagai pusat pelaksanaan acara. “LKAAM Sumatera Barat selalu membuka pintu dan mendukung penuh kegiatan syiar Islam serta pelestarian adat budaya, karena hal ini sejalan dengan filosofi masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tegas Fauzi Bahar.
Menurutnya, festival ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda akan identitas budaya dan agama yang melekat erat pada masyarakat Minang.
Sebagai pihak penyelenggara, Ketua Umum DPP KBCE, Zoom Titamura, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sinergi yang luar biasa dari seluruh pihak.
“Kami di KBCE berkomitmen penuh untuk terus menyediakan wadah kreatif bagi para pecinta seni religi, dan kami berharap Festival Rebana ini dapat membangkitkan kembali semangat mencintai musik Islami tradisional di tengah gempuran modernisasi,” ungkap Zoom Titamura.
Beliau mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Sumbar, Pemkot Padang, LKAAM Sumbar, serta sponsor dari Bank Nagari sehingga festival ini dapat terlaksana dengan meriah.
Festival Rebana kali ini diikuti oleh 11 grup Rebana terbaik dari berbagai wilayah di Kota Padang. Kompetisi berlangsung sangat kompetitif, di mana setiap grup mengerahkan kemampuan terbaik mereka dengan diperkuat oleh 8 orang peserta per grup.
Para peserta tampil memukau mengenakan pakaian adat khas Minangkabau di hadapan dewan juri dan tamu undangan yang memadati aula.
(Marlim/ Yendra )
0 Komentar