Suntikan Investasi Rp2,2 Triliun Masuk Padang Sarai, Tiga Hotel dan Lapangan Golf Segera Dibangun


Suntikan Investasi Rp2,2 Triliun Masuk Padang Sarai, Tiga Hotel dan Lapangan Golf Segera Dibangun

Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan langsung prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) rencana investasi megaproyek Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang

INDSATU - Sektor pariwisata Kota Padang bersiap menghadapi transformasi besar. Sebuah megaproyek Kawasan Wisata Terpadu senilai Rp2,2 triliun resmi direncanakan di wilayah Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, yang diproyeksikan akan mendongkrak status ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Komitmen investasi bernilai fantastis tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Kesepakatan ini melibatkan pemilik lahan, Fauzi Bahar, bersama konsorsium pengembang yang terdiri dari Direktur PT Tasake Indo Service Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang turut menyaksikan langsung penandatanganan tersebut, menyambut antusias masuknya modal segar ke daerahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen menggelar karpet merah berupa kemudahan perizinan bagi para investor yang berniat membangun daerah.

"Kita mencatat selama tahun 2025 realisasi investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri, lebih kurang Rp4,5 triliun. Sektor hotel dan restoran menjadi salah satu penyumbang terbesar investasi di Kota Padang," ungkap Fadly Amran.

Menurut Fadly, infrastruktur wisata yang memadai sangat mendesak, terlebih saat ini Kota Padang tengah bersiap menominasikan diri sebagai Kota Gastronomi dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO. Megaproyek ini dinilai akan menjadi magnet baru untuk menarik kunjungan wisatawan domestik hingga mancanegara, sekaligus menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

"Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini dan berharap segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pemilik lahan, Fauzi Bahar, merinci bahwa suntikan dana triliunan rupiah tersebut akan disalurkan untuk membangun fasilitas pariwisata premium yang belum pernah ada di kawasan pesisir Padang.

"Kami membutuhkan dukungan dari Bapak Wali Kota, baik berupa kemudahan perizinan maupun dukungan infrastruktur. Nilai investasi yang akan direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun, meliputi pembangunan tiga hotel, lapangan golf, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya," jelas Fauzi.

Sementara itu, Direktur PT Tasake Indo Service, Dede Mulyana, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan iklim investasi di Kota Padang. Pihaknya berbekal pengalaman panjang dalam mengembangkan kawasan serupa, termasuk proyek wisata terpadu di Tasikmalaya yang mengintegrasikan fasilitas rumah sakit dan perkantoran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah mendukung investasi ini. Kami berharap pembangunan yang dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang," tutup Dede.

Langkah strategis ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat eselon, di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri. Realisasi megaproyek Padang Sarai ini diharapkan segera terealisasi untuk memperkuat pondasi kemandirian ekonomi daerah melalui sektor pariwisata berkelanjutan. [*/hdp]

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra