MK TOLAK GUGATAN DENNY INDRAYANA & TIM SOAL IJAZAH GIBRAN - DAN MDIS SINGAPURA AKHIRNYA BUKA SUARA


INDSATU - Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa malam, 6 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB resmi menolak gugatan terkait syarat pendidikan Wapres Gibran dalam Pilpres 2024. 

Putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dibacakan langsung oleh Ketua MK Suhartoyo di Gedung MK Jakarta.


Dalam amar putusannya MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena masalah kedudukan hukum atau legal standing. Gugatan ini diajukan oleh pakar hukum Denny Indrayana bersama 11 pemohon lainnya.


Artinya secara konstitusi dan administratif, persoalan ini sudah selesai. Gibran tetap sah sebagai Wakil Presiden.


LALU SOAL IJAZAHNYA? INI LOGIKANYA, TIDAK PERLU TERAWANG BATIN


Seperti yang sering saya sampaikan ke klien-klien saya, soal ijazah Mas Gibran ini sebenarnya tidak perlu diterawang dengan proyeksi batin, dilihat secara logis saja sudah kelihatan.


Bagaimana mungkin seorang Gibran, begitu juga Bapaknya Pak Jokowi, tidak punya ijazah? Secara logika saja tidak masuk.


Ini hanyalah ulah politikus yang patah arang, yang takut kalah di 2029, jadi sengaja bikin gaduh, bikin masyarakat bingung dengan hoax.


Saya sampai telepon ponakan saya yang di Australia, yang kuliah di sana. Dia jelaskan panjang lebar dan ini memang benar:


*Betul, Mas Gibran itu punya ijazah. Cuma sistem pendidikan di luar negeri itu beda dengan Indonesia. Tidak ada istilah SMA seperti di kita.* Yang ada adalah sistem setara SMA. Makanya ijazahnya disetarakan di Indonesia melalui penyetaraan resmi. Jangan mengada-ada yang bikin bingung masyarakat.


*DAN INI KONFIRMASI RESMI DARI SINGAPURA - AKHIRNYA TERJAWAB!*


Polemik ini akhirnya dijawab langsung dari Singapura. Management Development Institute of Singapore (MDIS) secara resmi menegaskan, Gibran adalah alumni mereka.


"Bapak Gibran Rakabuming Raka adalah mahasiswa penuh waktu di MDIS dari tahun 2007 hingga 2010," tulis MDIS dalam pernyataan resmi 1 Oktober 2025. 1f07


Tak hanya itu, MDIS menjelaskan Gibran menyelesaikan program Diploma Lanjutan, kemudian melanjutkan dan lulus dengan gelar Sarjana Sains (Honours) di bidang Pemasaran dari University of Bradford, Inggris. 1f07


Logikanya sederhana: *Lembaga internasional bereputasi seperti MDIS tidak akan pernah menerima mahasiswa S1 kalau ijazah dasarnya tidak ada atau cacat.* Fakta bahwa Gibran lulus dan diakui resmi sebagai alumni 2007-2010 adalah bukti tak terbantahkan bahwa dokumen masuknya dari UTS Insearch Australia sudah sah.


*PESAN UNTUK MASYARAKAT: MARI CERDAS DAN REALISTIS*


Saya berharap masyarakat cerdas, jangan jadi orang yang bodoh ngaku pinter. Berpikirlah kritis tapi realistis.


Kritik boleh, kritik yang membangun, tapi jangan sebar hoax atau fitnah.


Kalau kayak gini terus, kapan Indonesia majunya? Jangan sampai Indonesia kembali ke nol seperti pom bensin, setiap ganti presiden kembali ke nol lagi.


Kita tahu sebelum Pak Jokowi, Malaysia lebih maju dari Indonesia. Setelah pemerintahan Pak Jokowi, Indonesia selangkah lebih maju dari Malaysia.


 Singapura lebih maju karena pola pikirnya bagus, cerdas, tidak terlalu banyak ngomong, tidak terlalu banyak demo, rakyatnya mengikuti pimpinan.(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra