DPRD Minta Sekdakab Solok untuk Tidak Cari Panggung,dalam kasus Wali nagari Paninjauan




INDSATU.COM - Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Madra Indriawan, meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Si, untuk tidak menjadikan kasus Walinagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diateh, sebagai panggung untuk mencari muka. Hal ini terkait dengan statemen Medison di salah satu media, usai demo warga ke Kantor Walinagari Paninjauan, Selasa (24/5/2022), yang mengatakan Pemkab Solok langsung gerak cepat di kasus tersebut.



"Sama seperti para kepala dinas dan kepala OPD (organisasi perangkat daerah) yang lain, Sekda Kabupaten Solok jangan ikut-ikut berpolitik dan membuat polemik di Kabupaten Solok. Fokus saja bekerja sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing. Jangan mencari muka atau cari panggung. Di kasus Walinagari Paninjauan, perlu diketahui oleh Sekda bahwa yang bersangkutan sudah mengundurkan diri sejak Januari 2022 lalu. Tapi Pemkab Solok tidak pernah menindaklanjutinya. Ini namanya bukan gerak cepat, tapi gerak lambat bin lalai," ujarnya.



Madra kembali menegaskan, agar Pemkab Solok, terutama Bupati dan Sekda, agar lebih fokus dengan kondisi masyarakat dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Solok. Madra meminta, jangan sampai peristiwa-peristiwa yang terjadi, dibuat sebagai pengalihan isu dan alasan menutupi rendahnya kinerja pemerintahan saat ini.



"Fokuslah bekerja karena capaian kinerja rendah. Salah satu indikatornya, APBD Kabupaten Solok tahun 2021, terdapat Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) dengan jumlah luar biasa, sebesar Rp115 miliar. Belum lagi, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) yang jumlahnya miliaran di sejumlah OPD Pemkab Solok. Jangan mencari pembenaran apalagi membuat pengalihan-pengalihan isu seperti ini," ungkapnya.



Sebelumnya, meski proses hukum dan administrasi terhadap Walinagari Paninjauan, Kabupaten Solok, Darsel Ilyas, baru di tahap awal, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, S.Sos, M.Si, langsung bertindak "super cepat", usai demo warga pada Selasa (24/5/2022). Padahal, video mesum walinagari yang menjadi alasan warga berdemo sudah beredar luas sejak awal 2022, Medison menegaskan pihaknya langsung menunjuk pengganti Darsel Ilyas satu hari berselang.



"Proses pemberhentian Walinagari Paninjauan selesai dalam satu hari. Kita langsung menunjuk Pejabat Walinagari. Saat ini kita sedang proses penetapan SK Bupati dan Besok siang langsung sudah ditunjuk pejabat Walinagarinya,” sebut Medison, di sejumlah media, Selasa (24/5/2022).



Medison beralasan, hal ini agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Pejabat pengganti, menurut Medison, akan ditunjuk dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kantor Camat X Koto Diateh.



"Pejabat Walinagarinya akan ditunjuk dari ASN yang ada di Kantor Camat X Koto Diateh. Sehingga, pelayanan ke masyarakat tidak terganggu," ujarnya.



Ternyata, sehari berselang, Pemkab Solok belum menunjuk pejabat (Pj) Walinagari dari Kantor Camat X Koto Diateh. Tugas-tugas Walinagari dilakukan oleh Sekretaris Nagari, Ade Candra.



Pada Selasa (24/5/2022), ratusan warga Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menggelar demo ke Kantor Walinagari, Selasa (24/5/2022). Warga menuntut Walinagari Darsel Ilyas mundur dari jabatannya. Hal ini setelah terungkapnya perbuatan asusila yang telah dilakukan Darsel dengan seorang Pegawai Koperasi Unit Desa (KUD) Paninjauan, berinisial TE (33). Aksi demo ratusan warga dimulai dari Simpang Tugu Pasar Paninjauan dengan berjalan kaki menuju Kantor Wali Nagari setempat.



Terungkapnya perbuatan asusila oleh Walinagari Darsel Ilyas, berawal dari sebuah video mesum yang beredar luas pada awal Januari 2022 lalu. Diduga, video mesum yang berdurasi selama 2 menit 47 detik tersebut direkam oleh Darsel Ilyas dan terjadi di rumah orang tua Darsel pada tahun 2019 lalu.



Wakil Ketua KAN Paninjauan Jamanir Imam Marajo, yang berada di tengah-tengah aksi, menyebutkan bahwa ia bersama masyarakat menilai tindakan asusila yang dilakukan Walinagari sudah sangat mencoreng nama Nagari Paninjauan. Jamanir mengiginkan Darsel Ilyas keluar dari Nagari Paninjauan, serta jangan lagi mengikuti kegiatan apapun di Nagari Paninjauan, apalagi atas nama Wali Nagari.



"Kami mewakili tokoh agama tidak menginginkan lagi Darsel Ilyas dan agar Darsel segera meninggalkan jabatannya," ungkapnya.



Meski aksi berlangsung di tingkat nagari, pengamanan aksi dipimpin langsung oleh Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, dengan melibatkan Personel Polres Solok Kota, dibantu personel Koramil 05 X Koto Diatas, dengan jumlah personel sebanyak 130 orang.



Para peserta aksi unjuk rasa diterima oleh Camat X Koto Diatas Riswandi B, S.Sos. Riswandi mengatakan segala aspirasi masyarakat akan disampaikan ke Bupati Solok, Capt. Epyardi Asda, M.Mar.



"Persoalan ini akan kita bawa ke Pemkab dan Bupati Solok. Semua keputusan ini mempunyai proses, mari kita tunggu proses tersebut," tutur Camat.



Dalam video wawancara cegat yang dilakukan awak media saat diamankan oleh personel kepolisian, Walinagari Paninjauan Darsel Ilyas mengakui dirinya telah berbuat mesum.



"Saya mengakui telah berbuat (mesum). Mereka (masyarakat pendemo) tentu punya bukti. Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak Januari 2022 lalu. Namun tidak pernah ada tindak lanjutnya hingga kini," ujar Darsel Ilyas. (Ind-001)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra