Bukan Milik Besan Exs Panglima Jendral Bintang 4 Andika Perkasa, Fortuner Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Yang Di Pasang Pelacak Ternyata Mobil Pinjaman

INDSATU - Pemilik mobil Fortuner yang dikendarai mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, disebut-sebut milik besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa


Tuduhan ini disampaikan Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, dalam konferensi pers pada Selasa (16/6/2026).


Rahmat mengatakan mobil Fortuner yang dikendarai Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.


Setyo diketahui merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa yang menjadi bagian tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.


"Mobil Fortuner yang digunakan (Tiyo) diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," tutur Rahmat, Selasa, dikutip dari YouTube KompasTV.


Sebelumnya, Tiyo mengatakan mobil itu merupakan milik saudaranya yang ia pinjam.


Tiyo mengaku meminjam mobil saudaranya sejak ia merasa tak aman.


"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," ujar Tiyo kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).


Pernyataan serupa kembali disampaikan Tiyo pada Senin (15/6/2026), saat berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Ia meminjam mobil itu dari saudaranya sejak mendapat berbagai teror.


Teror semakin intens diterima Tiyo sejak aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras pada Maret 2026 lalu.


"Disebut kok mahasiswa udah naik mobil mewah? Karena kebetulan itu memang Fortuner."


"Itu adalah mobil yang dipinjamkan kepada saya sejak saya mengalami berbagai teror, terutama sejak Andrie Yunus disiram air keras. Mobil itu oleh saudara saya," jelas Tiyo, Senin, dikutip dari Tribun-Timur.com.


Mengenai mengapa mobil yang dipinjamnya adalah Fortuner, sebab saudara Tiyo hanya memiliki mobil tersebut.


Jika ada mobil jenis lain, Tiyo mengaku akan memilih lainnya.


Ia juga mengaku, sebenarnya mudah untuk mencari pinjaman mobil kepada pihak lain.


Namun, Tiyo menegaskan dirinya tak punya kepentingan dengan pihak lain tersebut.


"Dan karena memang adanya cuma itu (Fortuner). Kalau saya berkepentingan untuk pinjam sendiri, saya pasti akan pinjam yang lain," kata Tiyo sembari tertawa.


"Bagi saya mudah sekali untuk pinjam kendaraan, entah ke dosen UGM, ke jaringan yang mungkin bersimpati pada kita, tapi memang enggak, karena kita tidak punya kepentingan soal itu," lanjutnya.


PDIP Membantah


Politikus PDIP, Guntur Romli, membantah tuduhan mobil Fortuner yang dikendarai Tiyo Ardianto merupakan milik besan Andika Perkasa, Setyo Sularso.


Andika sendiri adalah politisi PDIP yang bergabung sejak Mei 2024.


Guntur mengatakan mobil Fortuner yang dikendarai Tiyo bukan milik Siti Nuraeni, adik Setyo Sularso.


Meski demikian, Guntur membenarkan pemilik mobil Fortuner itu dulunya memang tergabung di tim pemenangan Ganjar Pranowo.


Namun, ia tak menyebut siapa pemilik mobil Fortuner itu.


"Mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres."


"Padahal Pilpres sudah selesai. Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya," tutur Guntur kepada Tribunnews.com, Selasa malam.


Di sisi lain, Guntur menganggap apa yang disampaikan pihak dari BEM Bersatu hanyalah cocoklogi semata.


"Itu cuma dipaksakan dengan cocoklogi saja," ujar dia.


Guntur pun mempertanyakan alasan BEM Bersatu mengaitkan PDIP dengan Tiyo, Setyo, dan Siti.


Padahal, Setyo dan Siti juga bukan berstatus sebagai kader PDIP.


"Pak Setyo, Bu Siti juga bukan orang PDI Perjuangan. Kenapa dikaitkan ya?" tukas dia.


Dipasang Pelacak


Lewat Instagram pribadinya, @tiyoardianto_, Sabtu (13/6/2026), Tiyo Ardianto mengungkapkan mobilnya dipasangi pelacak oleh OTK.


Tiyo mengatakan mobil yang dikendarainya dipasang alat pelacak setelah ia menghadiri aksi di Gejayan, Yogyakarta, Jumat (12/6/2026).


Pelacak itu diketahui Tiyo sebab muncul notifikasi di ponselnya.


"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," kata Tiyo, dikutip Tribunnews.com, Minggu (14/6/2026).


"Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya."


"Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba meracuni kita."


"Semoga Allah menjaga hamba yang percaya pada penjagaan-Nya," lanjut Tiyo.(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra