![]() |
Alm.Nedi Gampo saat berbincang - bincang bersama Pimpinan umum INDSATU Di sela - Sela acara beliau Di Padang ( Dok : INDSATU) |
INDSATU - Nedi Gampo, lahir di Lima Kaum Tanah Datar, tepatnya pada 23 April 1965. Nedi Gampo dengan nama asli Nedi Erman adalah salah seorang seniman Minang yang dikenal sebagai pembawa acara, pelawak, dan penyanyi serta pencipta musik Minang.
Ayah lima anak ini memulai karirnya sejak tahun 1990-an dengan lagu-lagu kocak yang disukai masyarakat. Menjadi seniman bukanlah hal baru sebenarnya dalam hidup Nedi Gampo, namun ia sudah memiliki bekal untuk menjadi seniman dengan berkuliah di ASKI Padang Panjang (ISI sekarang).
Awal Karier
Nedi Gampo memulai karir sebagai penyanyi pada tahun 1990 karena terinspirasi oleh penyanyi Zalmon. Ia memilih menekuni jalur musik jenaka dibanding musik serius. Bukan tak bisa menekuni musik itu, namun ia tak mampu bersaing dengan penyanyi musik serius seperti Zalmon dan An Roys. Maka tak salah jika setiap lagu yang dibawakan Nedi Gampo, membuat semua pihak yang mendegarkannya tertawa karena lirik yang mengocok perut.
Meskipun ia menyanyi dengan lirik yang mengocok perut, namun tak khayal pesan yang disampaikannya sangat bermakna. Salah satu lagu yang memiliki pesan dan mengandung kritik sosial adalah Dimakan Caciang. Selain itu, selama karirnya, ia berhasil menelurkan sembilan album, diantaranya Sagalo Gadang (1993), Pisau Silet (1995), Aki Suak (1996), Jawinar (1998), Bangku Angek (2000), dll.
Dendang KIM
Nedi Gampo mempopulerkan lagu-lagu di era 90 an dengan dendang KIM yang aktif dilakukannya. Sehingga tak sedikit lagu-lagu seperti Damam Akiak, Angguak-angguak, dan kaleng kuncang kembali populer. Lagu-lagu itu pun bahkan tetap populer sampai saat ini setelah dinyanyikan Nedi Gampo dan penyanyi setelahnya.
Walaupun terkenal dengan nyanyi yang mengocok perut, namun Nedi adalah orang yang terkenal dengan ketegasan dan keberaniannya. Salah satunya ia memutuskan berhenti jadi ASN di Universitas Andalas dan menjadi seniman.
Meninggal Dunia
Ia meninggal dunia pada 28 Februari 2019 lalu karena serangan jantung di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang. Sebelum meninggal dunia, Nedi Gampo sempat terkena stroke. Ia dimakamkan di kampung halamannya di Batusangkar yang dihadiri kolega, sahabat dan pejabat pemerintah lainnya.( *)
0 Komentar