![]() |
INDSATU — Masalah banjir akibat luapan sungai yang sering melanda wilayah Sawah Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Banjir yang berulang setiap musim hujan kerap merusak areal pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan petani lokal, menyebabkan kerugian materil dan menurunkan hasil panen secara signifikan.
Mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat yang menginginkan solusi permanen, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, mengambil inisiatif strategis dengan mengusulkan rencana pengedaman sungai. Inisiatif ini merupakan bagian dari pokok pikiran beliau bersama fraksi PAN sebagai langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung kemajuan pertanian di daerah tersebut, Sabtu (9/8/2025)

“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tugas kami untuk mendengar suara masyarakat dan mencari solusi terbaik. Pengedaman sungai ini kami yakini akan membantu melindungi sawah-sawah warga dari kerusakan yang selama ini mengancam mata pencaharian mereka,” ungkap Ivoni Munir di lokasi kegiatan pengedaman.
Pengedaman sungai merupakan kegiatan yang dirancang secara matang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pakar lingkungan, hingga tokoh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan aliran sungai terutama saat musim hujan agar tidak meluap ke area persawahan. Selain itu, pengedaman diharapkan mampu memperbaiki tata kelola air dan menjaga kesuburan tanah pertanian.
Dampak positif dari pengedaman ini sangat besar. Tidak hanya mengurangi risiko banjir, tapi juga menjaga produktivitas pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi warga. Dengan sawah yang terlindungi, petani bisa mengurangi kerugian dan meningkatkan hasil panen, yang pada gilirannya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muaro Paneh.
Pak Jaya, seorang petani lokal, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan DPRD. “Kami sudah lama menunggu solusi seperti ini. Setiap hujan deras kami selalu khawatir sawah kami terendam dan hasil panen hilang. Semoga ini jadi awal baru bagi kami,” ujarnya dengan harap.
Selanjutnya, Ketua DPRD Ivoni Munir bersama tim akan terus memantau pelaksanaan proyek pengedaman untuk memastikan kualitas dan efektivitasnya. Mereka juga berkomitmen untuk menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat agar setiap tahapan pembangunan dapat diterima dan dipahami dengan baik.
“Kami berharap dengan upaya ini, pertanian di Muaro Paneh semakin maju dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera tanpa harus lagi menghadapi bencana banjir yang merugikan,” pungkas Ivoni Munir.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, rencana pengedaman sungai di Sawah Panjang diharapkan menjadi tonggak baru dalam pembangunan infrastruktur pertanian di Kabupaten Solok. Semoga langkah ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tapi juga manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.,( Yef /indsatu)
Sumber : Arosukapost.

0 Komentar