Isu Pergantian Kapolri Menguat, PKS Dapat Info Jenderal Listyo Sigit Bakal Menjabat Sampai Akhir 2025


 INDSATU -  Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan pergantian posisi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di akhir tahun 2025.


Saat ini, jabatan tersebut masih diemban oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menjabat sejak 2021.


Rencana pencopotan Listyo Sigit disebut-sebut sebagai bagian dari regenerasi internal Polri, sekaligus merespons tuntutan publik yang mengemuka pasca demo besar-besaran pada 30 Agustus 2025.


Aksi tersebut memunculkan dorongan kuat agar Presiden melakukan reformasi di tubuh Polri, menyusul meningkatnya ketidakpuasan masyarakat atas kinerja institusi tersebut.


Salah satu pemicu utama tekanan terhadap Kapolri adalah kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas setelah ditabrak kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 28 Agustus 2025.


Insiden itu memperparah citra buruk Polri di mata publik, yang belakangan marak dikritik atas tindakan represif dalam menangani demonstrasi dan penegakan hukum yang dianggap tumpul ke atas, tajam ke bawah.


Meski kabar pergantian Kapolri makin santer, pihak DPR mengklaim belum menerima Surat Presiden (Surpres) hingga Sabtu (13/9/2025).


“Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.


Namun, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mengaku mendapat informasi bahwa Listyo Sigit akan dipertahankan hingga akhir 2025, sebelum akhirnya diganti.


“Kami dapat kabar bahwa Pak Sigit akan bertahan sampai akhir tahun ini. Mudah-mudahan setelah itu ada regenerasi di tubuh Polri,” ujar Nasir, Sabtu (13/9/2025).


Menurut legislator dari PKS itu, pergantian pimpinan Polri adalah hal biasa dan bagian dari dinamika kelembagaan.


 “Tinggal kita tunggu saja tanggal mainnya dan siapa nama penggantinya,” lanjutnya.


Di tengah berkembangnya rumor ini, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kabar pergantian Kapolri belum benar.


“Berkenaan dengan surpres pergantian Kapolri ke DPR, itu tidak benar,” tegas Prasetyo.


Namun, klarifikasi itu tak serta-merta meredam spekulasi, mengingat ketegangan di publik dan tekanan terhadap institusi Polri terus meningkat.


Beberapa nama calon Kapolri bahkan sudah mulai disebut-sebut dalam bursa pengganti, meski belum dikonfirmasi secara resmi.(*)


Sumber  : Tribunnews.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra