INDSATU - Kabar duka menyelimuti dunia musik Minang dengan berpulangnya Dr. Ir. H. Agusli Taher, MS, atau yang lebih dikenal sebagai Agus Taher, pada Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 8.30 pagi. Agus Taher adalah sosok luar biasa yang dikenal sebagai pencipta lagu pop Minang yang sangat produktif. Ia telah menggubah setidaknya 470 lagu dan kiprahnya di dunia seni diakui luas, hingga dijuluki sebagai maestro musik Minang.
Agusli Taher, yang lahir di Seberang Palinggam, Padang, pada 9 Agustus 1951, memiliki latar belakang pendidikan yang unik dan mentereng. Ia adalah seorang ahli pertanian bergelar Doktor di bidang Fisiologi Tanaman dari IPB University, dengan pengalaman studi hingga ke University of the Philippines Los Baños. Meskipun sukses di bidang akademis dan riset pertanian—bahkan pernah menjabat sebagai Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar dan meraih Satyalencana Wirakarya dari Presiden Soeharto—kecintaannya terhadap seni tak pernah pudar.
Di kancah musik, Agus Taher adalah pendiri perusahaan rekaman Pitunang Record, yang berperan besar dalam mengorbitkan banyak penyanyi Minang ternama di Sumatera Barat. Lagu ciptaannya yang berjudul "Palito Den Lah Padam" yang dibawakan oleh Asben pada tahun 1975 menjadi lagu pertamanya yang berhasil menembus dapur rekaman. Karya-karyanya sangat variatif, mencakup Pop Minang, Pop Nasional, hingga Dendang Darek, dan Dendang Pauah.
Salah satu karyanya yang paling meledak di pasaran adalah lagu "Diseso Bayang," yang dibawakan oleh penyanyi legendaris Tiar Ramon. Lagu ini sukses terjual hingga lebih dari 100.000 keping kaset pada masanya dan menjelma menjadi lagu wajib dalam berbagai festival lagu Minang. Selain Tiar Ramon, penyanyi lain seperti Zalmon juga turut mempopulerkan karyanya, yang paling terkenal yakni "Nan Tido Manahan."
Atas dedikasi dan kontribusinya di bidang kesenian, Agus Taher telah menerima berbagai penghargaan dari Gubernur Sumbar, seperti Citra Musik (1998), Anugerah Musik (2004), dan Anugerah Tuah Sakato (2008). Ia juga menulis buku kumpulan biografi Perjalanan Panjang Musik Minang yang terbit pada tahun 2016. Kepergian sosok multi-talenta ini meninggalkan duka yang mendalam, namun karyanya akan terus dikenang sebagai salah satu warisan terbesar dalam khazanah musik Minangkabau.(*)
Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia.

0 Komentar