INDSATU - Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan analisis tajam soal dinamika politik nasional. Dalam pernyataannya, Rocky menyoroti pertemuan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto yang belakangan ramai dibicarakan publik.
Menurut Rocky, pertemuan dua tokoh besar itu tidak bisa sekadar dibaca sebagai silaturahmi biasa atau pertemuan dua sahabat lama. Di tengah tensi politik yang meningkat, kata Rocky, publik wajar menaruh hermeneutic of suspicion kecurigaan untuk mencari makna tersembunyi di balik pertemuan itu.
“Tentu itu bukan pertemuan dua sahabat di tengah kondisi politik hari-hari ini. Orang mulai membaca apakah kegelisahan Pak Jokowi tentang keadaan anak-anaknya, terutama Gibran dan Bobby, yang kini jadi sorotan publik,” ujar Rocky.
Ia menilai, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution kini menjadi figur politik yang tidak hanya disorot karena jabatan mereka sebagai Wakil Presiden dan Gubernur Sumatera Utara tetapi juga karena dinamika politik yang melingkupi keluarga Jokowi.
Rocky menduga, pertemuan Jokowi dan Prabowo mungkin dilandasi urgensi pribadi dan keluarga, bukan sekadar strategi pemerintahan atau arah politik nasional.
“Bisa jadi, ada kegelisahan di lingkaran keluarga Jokowi akibat tekanan publik mulai dari mahasiswa BEM, emak-emak, hingga tekanan internasional yang mendesak agar kasus dugaan korupsi dan politik dinasti dibuka terang-terangan,” lanjutnya.
Rocky pun menyebut bahwa kini publik tengah menyoroti apa yang ia sebut sebagai “nasib politik keluarga Jokowi” mulai dari masa depan Gibran hingga posisi Bobby di Sumatera Utara.
“Pertemuan itu mungkin bagian dari strategi menyelamatkan posisi keluarga Jokowi yang mulai terlihat gelisah di tengah tekanan dari berbagai arah,” tuturnya.
Bagi Rocky, membaca gestur dan arah politik Jokowi–Prabowo bukan sekadar soal kekuasaan, tapi soal psikologi dan upaya mempertahankan pengaruh politik keluarga di tengah badai kritik.
“Itulah kecerdikan kita membaca psikologi di balik pertemuan-pertemuan politik semacam itu,” pungkasnya.(*)

0 Komentar