Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, sebanyak 54 orang menjadi korban ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara


INDSATU - Tim Gegana Korps Brimob Polri tiba sekitar pukul 13.35 WIB dan langsung melakukan penyisiran serta pemeriksaan di area masjid yang telah dipasangi garis polisi.


Akses menuju lokasi ditutup demi keamanan. Saksi menyebut ledakan terjadi saat salat Jumat berlangsung dan ada “orang mencurigakan” masuk ke masjid sebelum kejadian.


“Itu ledakannya pas ada orang ceramah,” ujar Farel, siswa kelas XI.


Lebih dari tujuh orang luka-luka, sebagian siswa, dan sudah dibawa ke rumah sakit. 


Hingga kini, aparat belum memberikan keterangan resmi terkait jenis maupun penyebab ledakan. Penjagaan ketat masih dilakukan oleh gabungan Polri dan TNI.


Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, sebanyak 54 orang menjadi korban ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Para korban kini dirawat di RS YARSI dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih. “Data awal yang baru kita terima sekitar 54 orang, ada yang luka ringan, sedang, dan mungkin sudah pulang,” ujarnya.


Asep menambahkan, pihaknya telah mendirikan posko di kedua rumah sakit untuk membantu keluarga mencari para siswa yang dirawat. “Kami membuat posko di RS YARSI dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih guna membantu keluarga korban,” jelasnya. Ia belum merinci penyebab ledakan dan menyebut informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian.(*)


Sumber: Tribunnews.com.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra