INDSATU - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif melontarkan kecaman keras terhadap Israel dengan menyebut negara tersebut sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” menyusul meningkatnya serangan militer ke Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Asif pada Kamis (9/4/2026) malam melalui platform X, setelah serangan besar Israel ke Lebanon yang terjadi sehari sebelumnya, bertepatan dengan dinamika gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon,” tulis Asif.
Ia juga menuding Israel bertanggung jawab atas kekerasan yang terus berlangsung di beberapa wilayah konflik, termasuk Gaza dan Lebanon. Menurutnya, “pertumpahan darah tak kunjung berhenti” dan korban sipil terus berjatuhan.
Serangan militer Israel ke Lebanon dilaporkan terus meningkat sejak awal April 2026.
Otoritas pertahanan sipil Lebanon menyebut ratusan orang tewas dan lebih dari seribu lainnya terluka dalam gelombang serangan terbaru.
Kementerian Kesehatan Lebanon juga mencatat bahwa sejak 2 Maret, total korban jiwa telah mencapai ribuan orang akibat eskalasi konflik yang berkelanjutan.
Di tengah situasi tersebut, muncul perbedaan pandangan mengenai cakupan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.
Pihak Islamabad dan Teheran menilai bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv menolak interpretasi itu.
Ketegangan ini diperburuk oleh pernyataan berbagai pejabat Iran yang menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan akan dibalas.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi damai menjadi “sia-sia”.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan meninggalkan Lebanon dalam situasi konflik.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Lebanon dan kelompok yang ia sebut “Poros Perlawanan” merupakan bagian tak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata.
Ia juga mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif terkait pentingnya memasukkan Lebanon dalam kerangka perdamaian, serta memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan mendapat “balasan yang kuat”.(*)

0 Komentar