INDSATU — Dua penambang emas di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, tewas tertimbun longsor pada Kamis (9/4/2026) malam.
Wali Nagari Palangki, Jasman, mengatakan pada saat kejadian terdapat sekitar 20 orang warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut.
“Pada saat aktivitas penambangan tiba-tiba tanah longsor, namun dua warga tidak sempat menghindar dan tertimbun. Longsor itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (10/4/2026).
Ia melanjutkan, setelah kejadian tersebut, seorang pekerja yang selamat segera memberitahu warga sekitar untuk membantu proses pencarian korban. Kemudian, beberapa saat setelahnya evakuasi turut dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sijunjung serta masyarakat dari nagari tetangga, seperti Koto Tuo, Kandang Baru, dan Muaro.
“Setelah beberapa jam pencarian, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” lanjutnya.
Ia menyebut, kedua korban itu bernama Nico Firmansyah (21), warga Nagari Muaro Bodi, dan Zulkifli (53), warga Nagari Palangki.
Ia menilai, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penambangan, terutama di lokasi yang berisiko tinggi.
Ia mengatakan, tambang tersebut merupakan tambang rakyat yang diduga tidak memiliki izin resmi. Kendati demikian, ia tidak merinci lebih jauh soal tambang tersebut karena tidak memiliki kewenangan penuh terkait hal itu.
“Mungkin ini jadi pembelajaran bagi masyarakat kita, kalau memang melakukan aktivitas itu tentu perlu berhati-hati. Kita dari pemerintahan nagari pun tidak bisa melarangnya,” imbuhnya.(*)
Sumber : Sumbarkita.

0 Komentar