Ribut Syarat Cawapres, KBRI Singapura & Australia Mengaku Tak Punya Arsip Pendidikan Gibran



INDSATU - ATASE pendidikan di Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura dan Australia mengungkap tidak adanya dokumen apa pun terkait jejak pendidikan Wakil Presiden GibranRakabuming Raka di kedua negara tersebut.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Presiden 2024 yang menyoal keabsahan pendaftaran Gibran sebagai calon wakil presiden di Mahkamah Konstitusi pada Jumat, 2 Oktober 2026.


Dalam sidang itu, Majelis Hakim MK mendatangkan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan Australia.


Atase Pendidikan KBRI Singapura, Nur Aini Ariyanti, menyatakan pihaknya tidak menemukan dokumen apa pun terkait jejak pendidikan Gibran di Singapura. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan Wakil Ketua MK Saldi Isra mengenai catatan pendidikan yang dimiliki pihak KBRI.


"Setelah kami menelusuri dokumen yang ada, kami tidak menemukan adanya dokumen yang disimpan di KBRI, Yang Mulia," kata Nur Aini melalui sambungan telekonferensi dalam sidang MK di Jakarta, Jumat.


Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gibran tercatat menempuh studi setingkat sekolah menengah atas di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002–2004. Sekolah ini berdiri pada Januari 1999 dan berlokasi di area Woodlands Ring Secondary School.


Setelah dari Orchid Park, Gibran melanjutkan pendidikan ke Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada 2007. MDIS merupakan lembaga pendidikan swasta di Singapura yang menawarkan kursus persiapan, diploma, diploma lanjutan, diploma tinggi, sarjana, magister, hingga doktoral secara global di berbagai bidang ilmu.


Gibran kemudian melanjutkan pendidikan di University of Technology Sydney (UTS): Insearch, Australia, pada 2004–2007 di bidang teknologi. UTS Insearch kini telah berganti nama menjadi UTS College. Meski menempuh studi di bidang teknologi, Gibran memilih berwirausaha di bidang kuliner dan wedding organizer sebelum terjun ke dunia politik.


Senada dengan KBRI Singapura, Atase Pendidikan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, mengungkapkan bahwa pihaknya juga tidak menemukan dokumen riwayat pendidikan Gibran di Australia. Menurut Yuli, penelusuran tersebut sudah mencakup arsip Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Sydney.


"Berdasarkan penelusuran arsip, baik bentuk hardcopy maupun softcopy, kami tidak memiliki pengajuan permohonan dari Pak Gibran," ujar Yuli.(*)


Sumber artikel: Tempo.



Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.indsatu.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred : Yendra